Virus Corona Bekasi
Ditemukan Klaster Covid-19 Libur Lebaran, Tujuh RT di Kabupaten Bekasi Lockdown
Ditemukan Klaster Covid-19 Libur Lebaran, Tujuh RT di Perkampungan dan Perumahan Kabupaten Bekasi Lakukan Micro Lockdown
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Baca juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Beberkan Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta Naik
"Jadi kegiatan keagamaan, sosial, budaya, seni, ulang tahun ataupun yang menimbulkan kerumunan kita larang untuk sementara waktu," beber dia.
Di singgung bila ada warga yang masih nekat melaksanakan resepsi pernikahan maupun kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat, Hendra mengaku akan melakukan tindak tegas
“Akan ada saksi bila nekat melakukan pesta perkawinan karena sudah ada perda, termasuk sanksi pidana bila masih membandel lakukan yang berpotensi kerumunan warga,” tutup Hendra.
Hendra menuturkan semakin tingginya kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi. kedepan, pihaknya akan kembali menggencarkan kegiatan operasi yustisi untuk menekan penyebaran Covid-19.
Baca juga: Wisata Edukasi Denai Lama Dinilai Sandiaga Uno Mampu Sejahterakan Masyarakat di Pariwisata Era Baru
Diakuinya, pasca lebaran ada sebanyak tujuh kecamatan yang kasus Covid-19 tinggi di Kabupaten Bekasi.
Pemicunya diungkapkannya berasal dari klaster penikahan maupun pasca libur panjang.
"Memang terlihat ada peningkatan kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Ini jadi perhatian satgas untuk melakukan sejumlah langkah guna menekan angka penyebaran virus corona," tandasnya.
Diketahui, sebanyak 33 warga Perumahan Villa Mutiara Gading 1 RW 018 Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terkonfirmasi positif hingga Selasa (8/7/2021).
Mereka positif corona dari klaster hajatan atau pernikahan, setelah dilakukan upaya tracing dan testing.
32 warga telah dibawa ke tempat isolasi terpusat di Hotel Ibis Cikarang dan satu warga bergelaja dirujuk ke Rumah Sakit Ananda Babelan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/juru-bicara-percepatan-penanganan-covid-19-alamsyah-1.jpg)