Rabu, 3 Juni 2026

Pembelajaran Tatap Muka

Daniel Girang Bisa Ikuti PTM dan Bertemu Teman di SDN 03 Duri Kepa

Daniel Prasetyo, murid kelas V SDN 03 Duri Kepa, Jakarta Barat, tak bisa menutupi suka citanya karena bisa berjumpa sahabat di sekolah, saat PTM.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Siswa Kelas V SD Negeri 03 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Daniel Prasetyo dapat belajar kembali di sekolah selama pandemi Covid-19 Rabu (9/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertama kalinya Daniel Prasetyo dapat belajar kembali di sekolah selama pandemi Covid-19. Ia berharap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi pertanda Indonesia kembali bangkit.

Hal itu diucapkan Daniel saat tengah mengikuti PTM di kelas V A, SD Negeri 03 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).

Daniel mengaku baru pertama kali mengikuti kembali belajar di sekolah.

"Iya ini pertama kali belajar lagi di sekolah. Seneng karena bisa bareng-bareng lagi sama temen dan guru," ujar Daniel ditemui saat tengah belajar.

Baca juga: Pelaksanaan Pembelajaran Siswa di Masa PTM Tahap Hanya Tiga Sampai Empat Jam

Daniel menjelaskan, bahwa orang tuanya sudah mengajarkannya tentang protokol kesehatan sebelum ia kembali ke sekolah.

Misalnya saja seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ia berharap PTM menjadi pertanda Indonesia akan kembali bangkit.

"Semoga Indonesia kembali bangkit," harapnya.

Selain Daniel, Aldo juga mengaku senang karena kembali ke sekolah.

Aldo juga mengaku pertama kali ikut PTM. Ia juga mengaku senang karena dapat kembali belajar dengan teman dan guru.

"Belajar di rumah bosan. Enakan belajar di sekolah,"jelasnya.

Siswa kelas V itu juga mengaku sudah mendapatkan arahan dari orang tuanya selama mengikuti PTM.

Baca juga: Dishub Kerahkan 75 Armada Bus Sekolah untuk Antar Jemput Siswa pada Uji Coba PTM Tahap 2 Ini Rutenya

"Katanya saya harus tetap jaga jarak dan memakai masker, juga tidak berkerumun. Harapannya pengen sekolah terus supaya bisa bertemu teman," tandasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Duri Kepa 03 Sri Sumiati mengatakan di hari pertama PTM Rabu (9/6/2021) ada 32 siswa yang mengikuti PTM.

"Di hari ini anak yang masuk kelas V, dimana satu kelas hanya terdiri dari 16 siswa.Total ada dua kelas yang masuk sehingga jumlah siswa yang masuk 32 orang," ujar Sri ditemui saat PTM.

Sri mengatakan, bahwa di PTM tahap dua ini ada dua kelas yang masuk yakni kelas IV dan kelas V.

Sementara kelas VI sudah selesai ujian dan menunggu hasil dari ujian.

Sedangkan kelas I, II, dan III dirasa belum cocok mengikuti PTM karena masih terlalu dini untuk diawasi protokol kesehatan.

Hal itu juga kata Sri, sudah sesuai dengan imbauan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Jadi masuk PTM itu Senin, Rabu, dan Jumat. Dimana kelas IV dan kelas V masuk secara bergiliran," tuturnya.

Sementara itu Selasa dan Kamis sekolah ditutup untuk sterilisasi dengan cairan disinfektan.

Sri berharap PTM tahap II kali ini dapat menjadi evaluasi untuk pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Terlebih kata Sri, selama belajar daring, mayoritas siswa di sekolah tersebut kesulitan karena keterbatasan gadget.

Bahkan kata Sri, tidak jarang ada beberapa siswa yang tidak bisa ikut materi zoom karena gadget dibawa orang tua bekerja.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Dukung PTM karena Belajar Online Bikin Anak Jenuh di Rumah

"Kalau sudah begitu biasanya kami beri kompensasi asalkan sebelumnya sudah koordinasi dengan kami," terang Sri.

Oleh karena itu, ia berharap, PTM kedepannya bisa diperluas agar lebih banyak lagi siswa yang dapat belajar tatap muka.

Terlebih apabila para siswa sudah terbiasa dengan belajar tatap muka di tahap kedua PTM.

Pantauan Warta Kota, meskipun sudah gelar PTM, SD Negeri 03 Duri Kepa tampak lengang dan sepi. 

Hanya dua kelas yang melaksanakan pembelajaran. 

Sejumlah tempat cuci tangan juga sudah disediakan di sepanjang koridor tepatnya di depan kelas. 

Total ada 14 tempat cuci tangan di SD Negeri 03 Duri Kepa.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah pada Rabu (9/6/2021) sampai Sabtu (26/6/2021) mendatang.

Baca juga: Jokowi Usul PTM Diikuti 25 Persen Pelajar, DKI: Kalau Memang Baik Kenapa Tidak

Kali ini, sebanyak 226 sekolah mengikuti pembelajaran campuran (blended learning), yaitu 50 persen PTM dan 50 persen lagi belajar dari rumah melalui online.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, jumlah satuan pendidikan yang mengikuti PTM kali ini lebih banyak dibanding pelaksanaan sebelumnya pada 7-29 April lalu. Saat itu jumlah sekolah yang menjadi percontohan (piloting) PTM mencapai 83 satuan pendidikan.

Lantaran memiliki pengalaman, 83 sekolah itu kembali melaksanakan PTM kali ini. Jumlah itu ditambah dengan 143 sekolah yang telah melewati asesmen atau penilaian dari Kelompok Kerja (Pokja) PTM beberapa hari lalu, sehingga totalnya menjadi 226 sekolah.

“Otomatis (83 sekolah) ikut semua di luar 143 sekolah. Jadi total ada 226 sekolah ya,” kata Taga pada Selasa (8/6/2021) malam.

Taga menjelaskan, sebelumnya Pokja PTM telah melakukan pelatihan di 308 sekolah. Hasilnya, 143 sekolah dinyatakan lolos untuk mengikuti metode pembelajaran campuran, sementara sisanya secara penuh tetap belajar melalui online.

Sebanyak 226 sekolah yang lolos akan mengikuti pembelajaran campuran selama tiga hari setiap pekan. Untuk durasi kegiatannya juga dibatasi maksimal 4 jam.

“Metodenya masih menggunakan piloting yang kayak kemarin, jadi 50 persen belajar di sekolah dan 50 persen belajar di rumah. Untuk pelaksanaannya hari Senin, Rabu dan Jumat serta hanya 3-4 jam,” ungkapnya.

Menurutnya, PTM kembali digelar karena belajar dari pengalaman piloting sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi, Disdik dan Dinkes DKI tak menemukan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan piloting PTM di 83 sekolah.

Baca juga: Persiapan PTM, 32 Santri di Harjasari Bogor Selatan Positif Covid-19, Bima Arya Keluarkan Maklumat

Di sisi lain, banyak pelajar yang merasa rindu kembali berakvitas di sekolah bersama guru dan teman-temannya. “Kemudian kami menjalin koordinasi antar stakeholder dan semua guru juga dipastikan sudah divaksin dosis satu dan dua. Jadi, itu evaluasi kemarin dari kami,” ucapnya.

Apabila pelaksanaan PTM ini berhasil, kata dia, pemerintah akan kembali menggelar hal serupa pada 15 Juli mendatang. Namanya tak lagi uji coba PTM, tapi pembelajaran masa kenormalan baru.

“Secara filososofis sebenarnya untuk saat ini sama (piloting dengan uji coba) karena prosesnya sama. Cuma mungkin ini kan kami koordinasi bukan hanya dengan Pendidikan, tapi juga dengan sekolah, pelatihan pendidikan merdeka belajar, dan pelatihan intervensi siap belajar,” katanya.

Seperti diketahui, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta yang sedianya digelar pada Senin (7/6/2021), terpaksa diundur selama dua hari. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memutuskan, pelaksanaan PTM bakal dilaksanakan pada Rabu (9/6/2021).

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengaku, baru mendapat informasi dari Ketua Kelompok Kerja (Pokja) asesmen pelaksanaan PTM terhadap 308 sekolah. Berdasarkan analisis dan telaah yang dilakukan Pokja, pelaksanaan PTM tahap kedua hendaknya diundur menjadi Rabu (9/6/2021).

Kata dia, Pokja membutuhkan waktu ekstra untuk mengevaluasi hasil pelatihan di sekolah tersebut. Hal ini mengingat, jumlah sekolah yang dinilai untuk mengikuti PTM cukup banyak mencapai 308 sekolah.

Baca juga: Kemendikbudristek Minta Peran Serta Masyarakat Awasi PTM Agar Tak Tercipta Klaster Sekolah

"Kemudian yang kedua, pada tanggal 7 itu juga kan bersamaan dengan pelaksanaan PPDB dimulai, sehingga para Kepala Seksi Dikdas (Pendidikan Dasar) dan Dikmen (Pendidikan Menengah) di 11 wilayah DKI  berharap tidak berbarengan dengan PPDB," kata Taga pada Jumat (4/6/2021).

Sementata itu Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan selama piloting dan uji coba berlangsung, pembelajaran dilakukan secara terbatas. Untuk kegiatan tatap muka juga hanya dilakukan selama beberapa hari dalam sepekan untuk setiap jenjang pendidikan.

Setelah itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diliburkan untuk disterilisasi. Sementara kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Untuk pembelajarannya pun kami prioritaskan dulu dengan materi-materi esensial yang memang membutuhkan tatap muka dengan durasi 3-4 jam,” ujar Nahdiana.

Dia melanjutkan, untuk jumlah peserta didik juga dibatasi dengan maksimal 50 persen dari daya tampung. Para pelajar di kelas juga dilakukan pengaturan jarak 1,5 meter setiap peserta didik.

Kemudian untuk satuan pendidik telah mengikuti pelatihan tentang blended learning, sehingga ketika sudah mulai pembelajaran mereka juga melayani secara virtual. “Jadi nanti ada anak yang belajar di sekolah, ada juga yang belajar dari rumah karena orangtuanya tidak mengizinkan, anak tetap di rumah dan mereka tatap kami layani,” katanya.

Piloting dan uji coba ini dilakukan secara bergantian dari jenjang kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA. Sedangkan, jenjang PAUD, TK, kelas 1, 2 dan 3 tetap belajar di rumah melalui virtual.

Uji coba PTM ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi PTM sesungguhnya yang digelar pada Juli 2021 mendatang. Hal ini sebagaimana keputusan yang ditetapkan empat menteri RI melalui surat keputusan bersama (SKB), yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved