Luncurkan Aset Kripto, Treasury Ajak Pengguna Dana Menganggur Terapkan Keseimbangan Keuangan
Treasury mendorong penerapan konsep keseimbangan keuangan dalam bertransaksi aset digital, bersamaan dengan peluncuran Aset Kripto di platform Treasur
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Minat masyarakat Indonesia terhadap aset digital meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini terlihat dari jumlah investor dan volume transaksi yang melonjak secara eksponensial.
Tingginya minat masyarakat terhadap aset digital, perlu diiringi edukasi yang menyeluruh terhadap potensi dan risiko yang mungkin timbul.
Baca juga: Ziarah Keagamaan dan Tradisi Kupatan Jadi Penyebab.Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus
Karena itu, Treasury mendorong penerapan konsep keseimbangan keuangan dalam bertransaksi aset digital, bersamaan dengan peluncuran Aset Kripto di platform Treasury, yang bisa menjadi alternatif simpanan bersama Emas Fisik Digital dalam satu aplikasi.
Treasury menggandeng salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto, yang sudah memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
“Kami percaya bahwa edukasi mengenai aset kripto sangat penting, terutama di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap aset ini."
Baca juga: Gaduh Informasi Kemungkinan Tsunami di Jawa Timur, BMKG: Bedakan Mana Prediksi dan Potensi
"Melalui konsep keseimbangan keuangan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan 'dana menganggur, misalnya uang jajan atau rekreasi."
"Bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana untuk tujuan keuangan dasar, seperti dana darurat atau mungkin dana pendidikan."
"Serta, mempersiapkan diri terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi."
Baca juga: Jokowi Menang di PTTUN, Pemecatan Bekas Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Sah Secara Hukum
"Karena pada dasarnya setiap aset memiliki potensi keuntungan dan kemungkinan kehilangan, seperti aset kripto."
"Kami berkomitmen melakukan edukasi mengenai keseimbangan keuangan secara berkelanjutan, bersama Master Financial Planner Safir Senduk,” ujar Dian Supolo, Co-Founder & CEO Treasury, Kamis (3/6/2021).
Sementara, Safir Senduk mengatakan, konsep keseimbangan keuangan dalam melakukan diversifikasi aset merupakan prinsip dasar dalam mengelola keuangan, yang perlu dipersonalisasi sesuai tujuan keuangan dan profil risiko setiap pengguna.
Baca juga: 5 Simpatisan Rizieq Shihab Mengaku YouTuber, Live Report di Depan PN Jaktim Demi Naikkan Follower
"Hal ini yang membuat saya sangat bersemangat untuk menyambut kolaborasi bersama Treasury."
"Karena sangat jarang ada brand atau perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan edukasi secara terus-menerus terkait potensi dan risiko dalam bertransaksi di platform perusahaan tersebut,” tuturnya.
Sama seperti yang ditawarkan pada emas fisik digital, layanan aset kripto pada platform Treasury juga menawarkan ragam pilihan koin dengan volume transaksi yang tinggi, berizin, dan bisa dibeli mulai dari Rp 5.000-an.
Baca juga: Menang di PTUN Lalu Kalah di PTTUN, Sitti Hikmawatty Ajukan Kasasi Atas Pemecatannya dari KPAI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/treasury-luncurkan-aset-kripto.jpg)