Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jakarta

Korban Pelecehan Seksual di KRL Risih Ada yang Gesek-gesek: Saya Reflek Nendang, Saya Teriak di KRL

S, wanita penumpang KRL Stasiun Jakarta Kota-Cikarang yang jadi korban pelecehan seksual akui risih ada sesuatu yang gesek-gesek ke bagian tubuhnya.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
warta kota
S, seorang wanita penumpang KRL Stasiun Jakarta Kota-Cikarang jadi korban pelecehan seksual, Jumat (4/6/2021) malam Foto: Suasana KRL Mulai Dipadati Penumpang Rabu (3/6/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - S, seorang wanita penumpang KRL Stasiun Jakarta Kota-Cikarang jadi korban pelecehan seksual, Jumat (4/6/2021) malam

S, korban pelecehan seksual di KRL mengaku risih ada sesuatu benda yang menggesek-gesek bagian tubuhnya.

Ternyata, benda yang menggesek tubuhnya, menurut pengakuan S, ialah kemaluan pelaku pelecehan seksual di KRL.

Berikut ini kronologi pelecehan seksual di KRL Stasiun Jakarta Kota-Cikarang.

Baca juga: Kronologi Pelecehan Seksual di KRL, Korban Mengaku Risih: Kayak Ada yang Gesek, Ini Apa

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual di KRL Stasiun Jakarta Kota-Cikarang Trauma dan Kecewa ke Petugas Keamanan

Baca juga: Pria Muda Lakukan Pelecehan Seksual pada Jemaah Perempuan yang sedang Salat di Musala Al-Amin

Diketahui, sosok korban pelecehan seksual di KRL ini, merupakan seorang karyawati di sebuah bank di Jakarta.

S pun dengan gamblang menceritakan kronologi pelecehan seksual di KRL yang dialaminya tersebut.

Berawal saat S berniat naik kereta menuju Bekasi.

Namun dikarenakan sudah lama menunggu, S memutuskan naik kereta jurusan Cikarang.

Dalam perjalanan menuju Stasiun Jatinegara, sekira pukul 19.00 WIB, di situlah S mendapat pelecehan seksual.

"Saya mencari posisi berdiri di tengah. Si pelaku berdiri di samping saya, posisi berdiri berlawanan," ungkap S kepada Tribunnews, Sabtu (5/6/2021).

Tiba-tiba diduga pelaku pindah berdiri di belakang S dan berdiri menghadap S.

"Saya masih berpikir positif mungkin karena ramai, keadaan di sana lagi padet, keadaan kereta full seperti sebelum (pandemi) Covid," ujarnya.

Ilustrasi pelecehan seksual. (Grafis TribunWow/Kurnia Aji Setyawan)

Beberapa saat kemudian, S merasa terdorong oleh tas pelaku yang ditaruh di depan.

S masih berpikir positif.

Ia melihat adanya keramaian di gerbong tersebut, terlihat dari pantulan kaca di bagian depan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved