Jumat, 8 Mei 2026

Jalur Sepeda di Jalan Tomang Raya Hingga Jalan Kyai Tapa Masih Wacana

Dari penambahan jalur itu, Jakarta Barat mengajukan perpanjangan di jalur sepeda Jalan Tomang Raya.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive/Joko Supriyanto
Para pesepeda memanfaatkan jalur sepeda yang dipasang sepanjang jalan raya Sudirman Thamrin, Minggu (7/3/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat berencana menambah jalur sepeda. Salah satu yang diusulkan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat adalah di Jalan Tomang Raya hingga Jalan Kyai Tapa.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah mengatakan usulan ini berkaitan dengan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan menambah panjang jalur sepeda.

Dimana sebelumnya, jalur sepeda yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta yakni sepanjang 63 kilometer.
Dari panjang 63 kilometer, itu jalur sepanjang 3 kilometer sudah dibuat di Jakarta Barat tepatnya di Jalan Tomang Raya.

Saat ini kata Erwansyah, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah jalur sepeda sepanjang 101 kilometer.
Dari penambahan jalur itu, Jakarta Barat mengajukan perpanjangan di jalur sepeda Jalan Tomang Raya.

Baca juga: Targetkan 1 Juta Vaksin Per Hari, TNI-Polri Usung ’Nyok Kita Vaksin’

Baca juga: Berkali-kali Risma Mohon Maaf Tak Bisa Ungkap Penekan Dirinya Terkait 21 Juta Data Ganda Bansos

“Kalau kami sih pengajuannya dari Jalan Tomang Raya masuk ke Jalan Letjen S Parman sampai ke Jalan Kyai Tapa Grogol Petamburan,” ujar Erwansyah, Kamis (3/6/2021).

Namun kata Erwansyah, hal itu baru wacana. Sebab sampai saat ini Pemprov DKI Jakarta masih fokus ke jalur sepeda Sudirman-Thamrin. Sehingga sampai saat ini penambahan jalur sepeda di Jakarta Barat masih dalam proses pembicaraan.

“Nanti kalau ternyata sudah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan saya beri tahu,” tuturnya. Selain itu, sampai saat ini belum ada rencana pemasangan beton pembatas di jalur sepeda Jalan Tomang Raya.

Sementaraa, jalur sepeda di Jakarta Utara belum terintegrasi dengan jalur sepeda di wilayah lain. Demikian diungkap Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.

Hal itu, disebabkan jalan di Jakarta Utara yang banyak dilintasi kendaraan besar, dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

“Untuk sementara jalur sepeda di Jakarta Utara sendiri belum terinteragasi dengan wilayah lain seperti Timur, Pusat dan Selatan,” kata Ali, Kamis (3/6/2021).

“Memang masih terputus karena ada beberapa aktivitas kendaraan besar yang menopang aktifitas pelabuhan seperti truk trailer ini masih belum teratur, sehinga membahayakan bagi pengguna sepeda,” ujarnya.

Meski kawasan Kelapa Gading dan Sunter sudah memiliki jalur sepeda, Ali tetap menyarankan para pesepeda agar selalu berhati-hati karena jalur tersebut juga kerap dilewati kendaraan besar.

Baca juga: Cegah Covid-19, Tiga Pilar Teken Kesepakatan Bersama Soal Pengendalian Wisata di Kepulauan Seribu

Baca juga: Meski Baru Wacana Sudin Perhubungan Jakbar Sudah Tentukan Titik Penambahan Jalur Sepeda, Ini Rutenya

“Saya imbau, saat bersepeda memperhatikan juga keselamatan. Jadi kalau satu jalan dengan kendaraan besar, lebih baik mengalah,” kata Ali.

Ali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memprioritaskan sepeda sebagai moda transportasi dalam beraktivitas.

“Ini sebagai gerakan contoh saja kepada masyarakat bahwa jalan kaki dan sepeda adalah moda yang diutamakan. Cintai lingkungan jaga kesehatan kita. Sebentar lagi hariingkungan dunia juga jadi kita kurangi polusi udara juga,” tambah Ali.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved