VIDEO Melihat Progres Pembangunan MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota
Pantauan wartakotalive.com, terlihat alat berat terus bekerja dan tampak pekerja juga melakukan progres pembangunan MRT Fase 2 pada Senin (31/5/2021).
Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Murtopo
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pembangunan Moda trasnportasi massal Mass Rapid Transit (MRT) terus dikembangkan setelah Fase 1 Bundaran HI-Lebak Bulus sukses dan sudah beroprasi hingga saat ini.
Tampak MRT Jakarta terus melakukan progres pembangunan Fase 2 Bundaran HI -Kota.
Pantauan wartakotalive.com, terlihat alat berat terus bekerja dan tampak pekerja juga melakukan progres pembangunan MRT Fase 2 pada Senin (31/5/2021).
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar, mengatakan progres pembangunan MRT Fase 2 saat ini mencapai 17 %.
Baca juga: Lokasi Proyek MRT Fase 2A Memiliki Struktur Tanah Lembek dan Rawan Banjir Jadi Tantangan Tersendiri
Baca juga: Sejumlah Artefak Ditemukan di Proyek MRT, Mulai dari Fosil Hewan, Pecahan Keramik, Hingga Uang Kuno
Baca juga: Proyek MRT Fase 2A akan Melintasi Istana Negara, Bagaimana Proses Keamanannya?
Melintasi Istana Negara
Pembangunan fase 2A MRT Jakarta akan melintasi objek-objek vital negara seperti Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat.
Maka dari itu proses pengerjaan proyek itu mengutamakan kehati-hatian.
Direktur Utama MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan saat ini pembangunan fase 2A masih terfokus pada CP 201 yang membentang dari Bundaran HI sampai Harmoni, Jakarta Pusat.
Di fase itu, pembangunan akan sangat dekat dengan Istana Negara Jakarta dan Monas di Gambir, Jakarta Pusat.
"Maka dari itu kami sudah koordinasi ke berbagai stakeholder salah satunya Kementerian Sekretariat Negara sejak proses desain dan proses persiapan dari fase 2A," jelas William di proyek MRT Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).
Baca juga: Sambil Tunggu Mesin Bor Raksasa, Pihak MRT Petakan Lokasi Kemungkinan Adanya Situs Cagar Budaya
William juga memastikan mereka menerapkan sistem pengamanan ketat dari proyek pembangunan MRT Fase 2A yang melintasi beberapa objek vital negara.
Mereka juga menjamin memperhatikan konstruksi bangunan bawah tanah yang dibangun di area ring satu.
Meski begitu, William menjamin bahwa pembangunan jalur MRT CP 201 tidak akan persis melintasi bawah bangunan Istana Negara.
Jalur MRT nantinya akan mengikuti Jalan Medan Merdeka Barat kemudian dibelokan sedikit ke kiri sehingga akan sampai Harmoni.
"Jadi memang jalur ini pertama punya nilai historis. Sehingga kami harus memperhatikan bangunan-bangunan yang dibangun seperti cagar budaya yang mempunyai nilai pemerintahan termasuk kawasan istana," tuturnya.
Saat ini, proyek pembangunan MRT fase 2A CP 201 sudah mencapai 16,5 persen.
Baca juga: Libur Lebaran 2021 Usai, ini Jadwal Operasional MRT Jakarta
Progres pembangunan diantaranya membuat lubang untuk memasukan panel boring machine yang menjadi perlintasan kereta.
Kebut pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menjalin kolaborasi.
Kali ini, dirinya menggandeng PT MRT Jakarta untuk menghadirkan kesenian serta beragam produk ekonomi kreatif khas lima destinasi super prioritas (DSP) nasional di sejumlah stasiun MRT Ibukota.
Mengawali kolaborasi tersebut, Sandiaga Uno bersama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo menghadirkan kesenian serta beragam produk kerajinan asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.
Tari Animal Pop yang dibawakan oleh putra putri Flores itu secara langsung mengubah suasana Stasiun MRT. Terlebih desain tata ruang serta pernak pernik khas Labuan Bajo yang dihadirkan.
Baca juga: William Sabandar Ungkap MRT Tetap Beroperasi saat Idulfitri, Catat Jadwalnya
"Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo hari ini kita bisa hadirkan di Stasiun MRT Bundaran HI. Kita harapkan ini bisa menjadi satu awal mulai dari setiap minggu akan kita lakukan kegiatan yang bisa membangkitkan semangat pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit," ungkap Sandiaga.
Alasan pihaknya memilih MRT Jakarta sebagai etalase Nusantara merujuk DKI Jakarta yang merupakan salah satu gerbang Indonesia.
Begitu juga dengan MRT Jakarta yang kini dinilainya bukan hanya semata berfungsi sebagai transportasi publik, tetapi juga wahana rekreasi di Ibukota.
Hal tersebut dibuktikannya lewat kehadiran para pekerja seni dari NTT.
Mereka yang belum pernah mengunjungi DKI Jakarta mengaku gembira dapat melihat Ibukota dari atas kereta MRT.
"MRT ini adalah bentuk wisata juga untuk temen-temen dari daerah. Jadi MRT memfasilitasi wisatawan Nusantara untuk menghargai yang kita sebut sebagai wisata teknologi terkini, yaitu teknologi transportasi publik," ungkap Sandiaga.
Baca juga: Jangan Lewatkan! Bazar Ramadan MRT Jakarta Hadir di Stasiun Lebak Bulus, Catat Jadwal dan Jamnya
Lebih lanjut dipaparkannya, lewat kolaborasi yang terjalin antara Kemenparekraf, Jaklingko, MRT Jakarta serta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo itu dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan Nusantara.
Sebagai informasi, kunjungan ke Labuan Bajo diungkapkan Sandiaga Uno kini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni berkisar sekitar 20-30 persen.
"Harapannya agar kita segera bangkit membantu saudara-saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan kita dan harapan kita agar pariwisata bangkit dan pulih," ungkapnya.
Begitu juga dengan empat destinasi super prioritas nasional lainnya, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Likupang.
Selain itu, sepuluh destinasi pariwisata prioritas dan desa wisata yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.
Sandiaga Uno mengaku akan menghadirkan mereka secara bergantian di Stasiun MRT Jakarta setiap pekannya.
Baca juga: VIDEO Pemkot Tangsel Siap Berintegrasi Pembangunan MRT pada Tahun 2022
"Kita tidak lagi melihat kuantitas, tapi kualitasnya, mulai dari segi penciptaan lapangan kerja dan kemajuan ekonomi kreatifnya," tutupnya.
Harapan Sandiaga disambut baik Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.
Dirinya mengaku mendukung penuh langkah Sandiaga Uno untuk mengembangkan destinasi wisata nasional.
Mengingat PT MRT Jakarta memiliki sebanyak 13 stasiun kereta strategis yang tersebar mulai dari Lebak Bulus, Blok M, Senayan hingga Bundaran HI.
"Kegiatan ini adalah kolaborasi dan kami siap. Jadi kalau kita akan mengadakan even daerah-daerah wisata yang lain sesuai dengan program Pak Menteri tadi akan kita dukung dengan prinsip kolaborasi di seluruh jalur MRT Jakarta," ungkap pria yang akrab disapa Wili itu.
Tak hanya sebagai ajang promosi destinasi wisata di daerah, kesenian serta beragam produk ekonomi kreatif yang dihadirkan katanya membawa daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Baca juga: VIDEO Penampakan Pembangunan MRT Fase 2 Bundaran HI hingga Ancol Barat
Sehingga diharapkan dapat secara langsung meningkat jumlah penumpang MRT.
"Khususnya pada akhir pekan Sabtu-Minggu yang biasanya memang tidak terlalu banyak (penumpang) seperti hari-hari biasa," ungkapnya.
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha