WASPADA DEMAM BERDARAH, Dalam Waktu 4 Bulan DBD di Kota Bekasi Mencapai 730 Kasus
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat sebanyak 730 kasus penyebaaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya selama kurun waktu empat bulan terakhir.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat sebanyak 730 kasus penyebaaran Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di wilayahnya selama kurun waktu empat bulan terakhir dari Januari sampai April 2021.
"Ya sebanyak 730 kasus tersebut ditemukan dari Januari hingga April kemarin, karena seperti diketahui sendiri untuk penyebaaran DBD ini biasanya terjadi di bulan-bulan awal tahun seperti bulan Januari," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati belum lama ini.
Kendati lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 900-an kasus, warga diminta tetap waspada dengan penyebaran DBD.
Dezy menjelaskan, karena terjadinya pergantian musim penghujan ke musim kemarau pada bulan April kemarin, maka penyebaaran DBD tersebut baru terdeteksi.
Baca juga: Cegah Kasus Demam Berdarah Meningkat, Pemkot Jakpus Minta Kader Jumantik Aktif Sosialisasi
"Sekarang kan sudah terjadi pergeseran musim, sehingga memang baru terdeteksi rada tinggi untuk penyebaran DBD itu terjadi di bulan keempat tahun 2021," ungkapnya.
Meski demikian, Dezy menyebut angka penyebaaran lasus DBD pada tahun ini terbilang cukup rendah, dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni pada tahun 2020 di periode yang sama.
"Kita lihat penyebaran kasus DBD di Kota Bekasi 2020 periode sama berada di angka 900-an kasus," imbuh dia.
Baca juga: Pandemi Virus Corona Belum Beres, Kasus Demam Berdarah Merebak di Kota Tangerang
Maka dari itu, pihakny tak menyebut ini kejadian luar biasa (KLB). Karena angka masih dibawah pada tahun 2020 lalu.
Akan tetapi, sambung Dezy, pihaknya telah meningkatkan kewaspadaannya terkait DBD ini.
"Kita waspada, tim jumantik dan ibu-ibu Puskesmas kita terus berjalan bergerak dalam upaya penanganan DBD. Salah satu caranya pemberantasan sarang nyamuk," tutur dia.
Baca juga: Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Minta Warga Kota Bekasi Waspadai Virus Corona dan Demam Berdarah
Dezy juga mengimbau agar masyarakat Kota Bekasi dapat mengantisipasi penyebaaran DBD tersebut, dengan proses penerapan 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur di lingkungan wilayahnya.
Karena, untuk antisipasi penyebaaran kasus DBD ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, melainkan masyarakat juga harus turut berpartisipasi dalam mencegahnya.
"Kalau misalnya masyarakatnya mau dalam mencegah penyebaran DBD kan tidak terlalu repot. Tapi kalau masyarakatnya hanya mengandalkan dari pemerintah daerah saja untuk melakukan antisipasi, saya rasa tidak akan berjalan maksimal untuk proses penerapannya," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fogging-di-perumahan-mustika1147.jpg)