Demam Berdarah
Pandemi Virus Corona Belum Beres, Kasus Demam Berdarah Merebak di Kota Tangerang
Setelah musim hujan, penyakit demam berdarah mulai merebak di Kota Tangerang. Padahal, pandemi virus corona juga belum beres.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Setelah musim hujan, penyakit demam berdarah mulai merebak di Kota Tangerang. Hal ini terjadi beberapa kasus di tiap-tiap pemukiman penduduk.
Seperti yang dialami oleh warga lingkungan RW 06 Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Petugas PMI setempat pun melakukan penyemprotan di lokasi tersebut.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat, kalau ada sejumlah warga yang terjangkit demam berdarah," ujar Kepala Divisi Sosial PMI Kota Tangerang, Bunga Novi kepada Warta Kota, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Positif Demam Berdarah, Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra Meninggal Dunia
Baca juga: 18 Warga Terkena Demam Berdarah, Perumahan Mustika Grande Kabupaten Bekasi Dilakukan Fogging
Mengantisipasi merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) PMI Kota Tangerang melakukan penyuluhan tentang gerakan 3M Plus dan penyemprotan fogging di rumah-rumah warga. Hal ini dilakukan untuk memberantas bibit-bibit nyamuk Aedes Aegypti.
Langkah tersebut diambil Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi PMI Kota Tangerang Andri Permana.
Lantaran di wilayah RW 6 Perumahan Bugel Mas sudah ada yang diduga terkena penyakit DBD.
“Kegiatan fogging ini atas permintaan masyarakat, setelah sejumlah warga di kawasan perumahan ini diketahui menjadi korban gigitan nyamuk pembawa virus dengue," ucapnya.
Ini inisiatif Kami dari pengurus PMI Kota Tangerang, Kelurahan dan Kecamatan karena sudah ada beberapa warga yang kena DBD karena gejala-gejalanya seperti meriang, bintik-bintik di bagaian tubuh dan badan yang terasa ngilu.
Kata Andri Permana, Ketua Bidang PMI Kecamatan Kota Tangerang, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan puskesmas setempat.
"Sekarang kita bersama - sama masyarakat mulai dari keluarga menggalakkan hidup bersih dan sehat, kebersihan lingkungan dari genangan air tempat perkembangan nyamuk, begitupun di dalam rumah dengan gerakan 3M Plus," kata Andri.
Selain itu, Junaedi Lurah Bugel Mas juga mengatakan 3M plus seperti membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya,
Baca juga: Provinsi dengan Kasus Covid-19 Tinggi Juga Punya Banyak Penderita Demam Berdarah
Baca juga: Waspada Demam Berdarah dan Virus Corona, Dinkes Kota Bekasi Ajak Warga Berperilaku Bersih dan Sehat
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
"Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/semprot-dbd-tng.jpg)