Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jakarta

Ariza Hargai Permohonan Maaf Menkes soal Pengendalian Covid-19 di DKI dapat Nilai E

Ariza mengingatkan, jangan sampai penilaian yang keliru ini dapat menggangu fokus kerja para tenaga kesehatan

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Tangkap Layar akun YouTube Kadin Indonesia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghargai permohonan maaf Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin atas pengendalian Covid-19 yang mendapat nilai E dari Kemenkes.

Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan, jangan sampai penilaian yang keliru ini dapat menggangu fokus kerja para tenaga kesehatan yang selama ini berjuang menghadapi pandemi.

Apalagi tidak sedikit tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Ariza lalu mengajak kepada semua pihak untuk menghormati perjuangan para tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi.

Baca juga: Telanjur Dibully di Medsos, Anies Maafkan Menkes soal Penilaian E DKI terhadap Pengendalian Covid-19

Baca juga: Difitnah Ngemplang Uang Donasi, UAH Tak Akan Tinggal Diam: Jangan Ganggu Singa yang Sedang Berzikir

“Kami memahami dan menghargai permintaan maaf yang sudah disampaikan,” katanya.

Ariza mengaku bingung dengan penilaian itu karena selama ini kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI terkait penanganan dan pengendalian Covid-19 selalu melibatkan berbagai pihak.

Di antaranya pemerintah pusat, lembaga vertikal, Forkopimda, Polri-TNI, pelaku usaha, organisasi kesehatan dan organisasi profesi hingga masyarakat.

“Justru Pemprov DKI Jakarta menurut hemat kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya sudah sering menjabarkan apa yang sudah kami kerjakan dari sarana dan prasarana terhadap kesehatan,” jelas Ariza.

Baca juga: Ade Armando Bela Eko Kunthadi yang Akan Dipolisikan Ustaz Adi Hidayat terkait Dugaan Fitnah Donasi

Baca juga: Luruskan Pernyataan Wamenkes, Budi Gunadi Minta Maaf soal Penilaian Buruk terhadap Pemprov DKI

Ariza mencontohkan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain.

Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Seluruh fasilitas ini disediakan Pemprov DKI dengan melibatkan pemerintah pusat, lembaga vertikal atau pihak swasta. Untuk RS rujukan awalnya hanya ada 98 lokasi, dan fasilitas isolasi terkendali hanya ada delapan lokasi.

“Untuk tenaga kesehatan dan penunjang lainnya yang mendukung semuanya setidaknya mencapai 144.700 orang. Kemudian tempat tidur isolasi yang kami siapkan 6.657 unit dan terpakai 2.149 unit atau 32 persen, dan tempat tidur ICU dari 1.014, terpakai 345 atau 34 persen,” jelas Ariza.

Bahkan, kata Ariza, jumlah laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 juga mencapai 107 lokasi. Rinciannya 19 laboratorium gratis dan 88 laboratorium mandiri atau berbayar.

Baca juga: Videonya Viral, Siswi SMP di Tasik Mengaku Kecanduan Berhubungan Intim,Sepekan dengan 5 Pria Berbeda

Untuk kemampuan pengecekan sampel per hari yang sebelumnya 25.143 spesimen, sekarang sudah mencapai 70.490 spesimen.

“Kemudian di Jakarta ada sembilan lokasi isolasi terkendali di beberapa hotel dengan kapasitas kamar 1.533 dan terpakai 455. Itu artinya yang terpakai turun menjadi 29,7 persen, dan ini merupakan upaya-upaya yang kami lakukan di DKI Jakarta,” jelasnya.

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta maaf atas penilaian E kepada Pemprov DKI Jakarta terkait pengendalian Covid-19 yang disampaikan anak buahnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved