Breaking News:

Berita Jakarta

Ariza Hargai Permohonan Maaf Menkes soal Pengendalian Covid-19 di DKI dapat Nilai E

Ariza mengingatkan, jangan sampai penilaian yang keliru ini dapat menggangu fokus kerja para tenaga kesehatan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Tangkap Layar akun YouTube Kadin Indonesia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menghargai permohonan maaf Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin atas pengendalian Covid-19 yang mendapat nilai E dari Kemenkes.

Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan, jangan sampai penilaian yang keliru ini dapat menggangu fokus kerja para tenaga kesehatan yang selama ini berjuang menghadapi pandemi.

Apalagi tidak sedikit tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Ariza lalu mengajak kepada semua pihak untuk menghormati perjuangan para tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi.

Baca juga: Telanjur Dibully di Medsos, Anies Maafkan Menkes soal Penilaian E DKI terhadap Pengendalian Covid-19

Baca juga: Difitnah Ngemplang Uang Donasi, UAH Tak Akan Tinggal Diam: Jangan Ganggu Singa yang Sedang Berzikir

“Kami memahami dan menghargai permintaan maaf yang sudah disampaikan,” katanya.

Ariza mengaku bingung dengan penilaian itu karena selama ini kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI terkait penanganan dan pengendalian Covid-19 selalu melibatkan berbagai pihak.

Di antaranya pemerintah pusat, lembaga vertikal, Forkopimda, Polri-TNI, pelaku usaha, organisasi kesehatan dan organisasi profesi hingga masyarakat.

“Justru Pemprov DKI Jakarta menurut hemat kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya sudah sering menjabarkan apa yang sudah kami kerjakan dari sarana dan prasarana terhadap kesehatan,” jelas Ariza.

Baca juga: Ade Armando Bela Eko Kunthadi yang Akan Dipolisikan Ustaz Adi Hidayat terkait Dugaan Fitnah Donasi

Baca juga: Luruskan Pernyataan Wamenkes, Budi Gunadi Minta Maaf soal Penilaian Buruk terhadap Pemprov DKI

Ariza mencontohkan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain.

Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Seluruh fasilitas ini disediakan Pemprov DKI dengan melibatkan pemerintah pusat, lembaga vertikal atau pihak swasta. Untuk RS rujukan awalnya hanya ada 98 lokasi, dan fasilitas isolasi terkendali hanya ada delapan lokasi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved