Breaking News:

Berita Bekasi

Selidiki Kasus Perdagangan Orang, Ponsel Milik Korban Dijadikan Barang Bukti

Ponsel korban persetubuhan di bawah umur, PU (15), jadi barang bukti untuk menyelidiki kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Rangga Baskoro
Tekda Beko Bagarri, kuasa hukum PU (15). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Ponsel korban persetubuhan di bawah umur, PU (15), jadi barang bukti untuk menyelidiki kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal itu dikemukakan kuasa hukum PU, Tekda Beko Bagarri.

Menurut Tekda Beko, ponsel PU dijadikan barang bukti untuk memeriksa percakapan singkat antara tersangka AT dan PU.

Ketika itu, kata Tekda Beko, korban ditengarai dipaksa AT melayani nafsu beberapa laki-laki dengan bayaran Rp 400.000.

"Hape korban yang diminta dan beberapa keterangan dari korban. Kemungkinan akan dilihat history percakapan singkatnya di WA," kata Tekda di Mapolrestro Bekasi Kota, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Ogah Anaknya Dinikahi Pelaku Persetubuhan, Orangtua Korban: Lebih Baik Saya Tanggung Dosa Anak

Baca juga: AT Akui Kumpul Kebo dan Melakukan Persetubuhan dengan PU, tapi tidak Pernah Nyatakan Cinta

Tekda menjelaskan bahwa korban masih menyimpan percakapan singkat yang dilakukannya dengan AT.

Harapannya, barang bukti itu bisa membantu kepolisian untuk menelusuri dugaan TPPO yang dilakukan AT.

"Kita belum ada barang bukti untuk TPPO-nya. Tapi history percakapan korban dengan pelaku masih ada, belum dihapus di hape korban," ujarnya.

Meski belum memiliki bukti kuat untuk menjerat AT,  Tekda yakin, kliennya menjadi korban TPPO yang dilakukan pada periode Februari-Maret 2021.

Baca juga: Terjerat Kasus Persetubuhan di bawah Umur, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: VIDEO Anak Anggota DPRD Bekasi Tersangka Kasus Persetubuhan & Perdagangan Orang Sudah Ditangkap

"Kalau yang saya dengar dari pernyataan korban, ada unsur ke sana. Malah mengenai koordinir dari aplikasi, sudah ada itu keterangannya dari korban," kata Tekda.

Selain disetubuhi AT yang menjadi pacar PU, berdasarkan pengakuan PU, dia juga diminta AT untuk melayani nafsu laki-laki lain melalui aplikasi pesan singkat yang dikendalikan AT.

Dalam sehari, PU dipaksa melayani 4-5 orang laki-laki dengan tarif Rp 400.000 per orang. Namun demikian, tak seperse pun PU diberikan uang. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved