Pembunuhan

Remaja Anggota Perguruan Silat PSHT Dibunuh, Pelaku Keliling Cari Tempat untuk Membuang Jasad Korban

Jasad remaja anggota perguruan silat PSHT dibunuh, sempat dibawa keliling para pelaku pembunuhan yang kebingungan cari lokasi pembuangan jasad korban.

Editor: PanjiBaskhara
Kompas.com
Ilustrasi: Jasad remaja anggota perguruan silat PSHT dibunuh, sempat dibawa keliling para pelaku pembunuhan yang kebingungan cari lokasi pembuangan jasad korban. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang remaja anggota perguruan silat PSHT dibunuh.

Polisi pun mengungkap kronologi pembunuhan remaja anggota perguruan silat PSHT itu.

Diketahui, jasad remaja anggota perguruan silat PSHT itu, sempat dibawa keliling pelaku.

Sebab pelaku pembunuhan, sempat kebingungan dimana akan membuang jasad korban.

Baca juga: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Pendekar PSHT, Terduga Pelaku Sempat Melayat tapi Sikapnya Aneh

Baca juga: Misteri Kematian Pendekar PSHT di Karanganyar Terungkap, Pelaku Sempat Ikut Proses Pemakaman Korban

Baca juga: PSHT Bogor Mengadakan Acara Bukber dan Pembagian Takjil Untuk Warga Sekitar

Maka itu, pelaku pembunuhan tersebut sempat membawa keliling jasad korban pakai mobil.

Sosok remaja anggota perguruan silat PSHT yang tewas dibunuh tersebut bernama Ridwan (19).

Ridwan merupakan seorang asal Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Jasad Ridwan, oleh pelaku dibawa keliling Karanganyar demi mencari lokasi pembuangan jasad korban.

Kolose sosok Ridwan dan lokasi pembunuhan di Jungke RT 02 RW 02, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar Minggu (16/5/2021) dini hari. (TribunSolo.com/Muhammad Irfan)

Dikutip dari tayangan Tribun Video, Rabu (26/5/2021), pelaku juga sempat menginapkan jasad korban.

Jasad korban tersebut diinapkan oleh pelaku di sebuah mes karyawan di restoran kawasan Karanganyar.

Hal tersebut dilakukan oleh para pelaku dikarenakan mereka merasa takut jika perbuatannya terbongkar.

Setelah diinapkan semalaman, jasad Ridwan dibuang ke Jembatan perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Dusun/Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Senin (17/5/2021).

Sementara, empat orang pelaku yakni Arga, Wahyudi, serta dua orang lagi bernisial AL dan MF, diamankan pihak kepolisian setempat.

Dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (26/5/2021), Satreskrim Polres Karanganyar, Ipda Anton Sulistiyana, akui para pelaku ternyata tidak langsung membuang jenazah korban setelah dibunuh.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved