Facebook Minta Maaf
Facebook Minta Maaf dan Berjanji Perbaiki Algoritma karena Menghapus Postingan Soal Palestina
Media sosial Facebook mengakui kesalahan pihaknya, terkait penghapusan konten pro-Palestina yang diunggah di aplikasi itu.
"Sepanjang belum mendapatkan sekolah baru, maka MS akan tetap tercatat di Dapodik sebagai siswa di sekolahnya yang sekarang," ujarnya.
“Selain itu, mutasi ada waktunya, yaitu pada bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, karena ini bulan Mei maka seharusnya tidak diperkenankan adanya mutasi peserta didik," ujar Retno.
Retno mengatakan KPAI juga mengapresiasi Polres Bengkulu Tengah yang menangani kasus dugaan ujaran kebencian MS yang berpotensi melanggar UU ITE, ditangani melalui proses diluar pengadilan pidana.
Mengingat status MS yang masih pelajar, yang masa depannya masih panjang, meskipun usianya sudah 18 tahun. "MS diberi kesempatan memperbaiki diri," ujarnya.
KPAI kata Retno mendorong pemerintah daerah melalui psikolog dari UPTD P2TP2A Provinsi Bengkulu untuk membantu rehabilitasi psikologis bagi MS.
"KPAI juga mendorong sekolah mencegah dan menghentikan pembullyan yang diduga dialami MS dari lingkungan sekolahnya, hal ini akan membantu MS untuk cepat pulih secara psikologis dan segera memperbaiki diri," katanya.
Pihak sekolah kata Retno harus memberikan penjelasan kepada peserta didik yang lain untuk tidak membully MS, karena MS sudah meminta maaf, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang sama.
"MS sudah semestinya diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah diperbuatnya," kata Retno. (Fandi Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-facebook_001.jpg)