Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Kapolda Metro Irjen Fadil Imran Ancam Copot Kapolsek Tak Serius Tangani Covid-19

Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran mengancam akan mencopot Kapolsek tak serius dalam menangani dan menekan penyebaran Covid-19.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat memberikan arahan kepada jajarannya i Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, mengenai pengawasan pada pemudik yang baru kembaliJumat (21/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) diminta serius dalam menangani dan menekan penyebaran Covid-19.

Tidak hanya itu saja, Kapolsek bahkan diminta turun langsung ke lapangan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Peringatan keras itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran saat memberi arahan kepada Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Akui Atasi Banjir Jakarta Tak Semudah Membalikkan Tangan

Baca juga: Utang Garuda Indonesia Menggila, Investor Diminta Waspada

Fadil mengancam akan mencopot Kapolsek tak serius dalam menangani dan menekan penyebaran Covid-19.

"Akan diberi reward (hadiah) kalau berhasil menekan Covid-19 di wilayah tapi punishment (hukuman) juga bagi Kapolsek yang tidak turun. Apa punishment-nya? Kemungkinan akan diganti. Kapolda memang tegas menyampaikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Yusri mengaku hal itu disampaikan Kapolda saat memberi arahan kepada Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Bank DKI dan DMI Salurkan Dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah di DKI Jakarta

Disampaikan Yusri, Irjen Fadil juga mewajibkan para Kapolsek di wilayah Polda Metro Jaya untuk turun langsung ke lapangan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya.

"Kapolsek diwajibkan turun ke lapangan. Jangan cuma dengar dengar dari Bhabinkamtibmas saja terus tidur," tambahnya.

Polda Metro Jaya akan memperpanjang masa operasi penyekatan arus balik hingga pekan depan, 31 Mei 2021, untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 usai libur Idul Fitri 1442 H.

"Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) akan dilanjutkan sampai 31 Mei. Apakah diperpanjang lagi? Nanti kita lihat situasi, kita masih menghitung warga DKI Jakarta dan sekitar apakah sudah pulang semua," katanya.

Baca juga: Hasil Investigasi Kasus KIPI, Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari: AstraZeneca Aman Digunakan

Polda Metro Jaya menemukan sebanyak 596 pemudik yang kembali ke Jakarta terindikasi Covid-19 berdasarkan tes usap antigen di pos penyekatan arus balik dan sejumlah kepolisian sektor (polsek) pada 16-25 Mei 2021.

"Selama sembilan hari setelah Lebaran kita periksa 92 ribu masyarakat yang pulang mudik ke Jakarta atau wilayah hukum Polda Metro Jaya, dari 92 ribu ada 596 positif," kata Yusri. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved