Breaking News:

Banjir Jakarta

Wagub DKI Ahmad Riza Patria Akui Atasi Banjir Jakarta Tak Semudah Membalikkan Tangan

Banjir setinggi 120 sentimeter merendam kawasan Kampung Melayu akibat hujan deras yang menguyur Jakarta sejak Senin (24/5/2021) malam hingga Selasa.

Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Banjir setinggi 120 cm akibat luapan Kali Ciliwung rendam permukiman warga di Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Foto ilustrasi: Material rumah panggung di Kebon Pala di RW 04 dan RW 05, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021) terendam banjir. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Banjir setinggi 120 sentimeter merendam kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur Selasa (25/5/2021) pagi hingga siang tadi.

Banjir setinggi 120 sentimeter yang merendam kawasan Kampung Melayu itu akibat hujan deras yang menguyur Jakarta sejak Senin (24/5/2021) malam hingga Selasa dini hari.

Hal itu mengakibatkan Kali Ciliwung meluap, dan seperti biasa, menyebabkan permukiman yang berada di bantaran kali dan sekitarnya terendam.

Baca juga: Warga Terdampak Banjir Bandang di Cigudeg Akan Terima Bantuan PKH dari Kemensos

Baca juga: VIDEO Banjir Bandang di Cigudeg, Bupati Ade Yasin Akan Bangun Tanggul dan Keruk Sungai Cidangder

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, tidak mudah mengatasi banjir di Ibu Kota karena perlu waktu, proses hingga pembiayaan untuk membuat Jakarta bebas dari sergapan luapan air itu. 

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). (Warta Kota/Fitriandi Fajar)

"Memang mengatasi banjir itu tidak semudah membalikkan tangan. Perlu waktu, perlu proses, perlu pembiayaan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Hal tersebut diungkapkan Riza menyusul informasi adanya banjir setinggi 120 sentimeter merendam kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur hingga siang tadi akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi pada Senin (24/5/2021) malam.

Baca juga: Banjir Bandang di Cigudeg, Bupati Ade Yasin Akan Bangun Tanggul dan Keruk Sungai Cidangder

Hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir terjadi di 14 Rukun Tetangga (RT).

Rinciannya, yakni tiga RT di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan ketinggian 70-90 sentimeter. Kemudian 11 RT di Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan dengan tinggi 40 sentimeter.

Politisi Gerindra itu mengutarakan genangan memang kerap muncul di sejumlah titik usai hujan deras.

Namun, saat ini yang paling penting, seberapa lama banjir surut dan tak begitu besar dampaknya terhadap warga.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tinggi Muka Air di Dua Pintu Air Siaga 2, Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir

"Yang paling penting (banjir) tidak lama dan tidak besar," kata Riza.

Tidak hanya itu, Riza juga menyebut saat ini jumlah kawasan yang terkena dampak banjir sudah jauh menurun.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, hal itu kata dia karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mempercepat sejumlah program.

Mulai dari membuat waduk, sumur resapan, naturalisasi dan normalisasi sungai hingga pengerukan lumpur pada sungai dan kali di Jakarta.

Baca juga: Tinggi Muka Air Angke Hulu Siaga 2, Waduk Pluit Siaga 3, Warga Ibu Kota Diminta Waspada Banjir

"Di Jakarta ini genangan makin berkurang, lamanya genangan atau banjir makin berkurang dan titik-tibanya makin berkurang. Itu artinya, progres positif," tuturnya. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved