Vaksinasi Covid

Hasil Investigasi Kasus KIPI, Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari: AstraZeneca Aman Digunakan

KIPI serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini telah terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut.

istimewa
Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari bersama Salsabila Syaira yang menjadi pembawa acara diskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat Selasa yang digelar virtual Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seiring dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19, pemerintah telah melakukan pengawasan untuk demi melindungi masyarakat.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medis yang diduga terkait vaksinasi.

KIPI yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini telah terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut.

Baca juga: Dukung Program Pemerintah, Ratusan Karyawan OT Group Terima Vaksinasi Gotong Royong

Baca juga: Komnas KIPI Pastikan Tak Ada Warga yang Meninggal Akibat Vaksinasi Covid-19

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari mengatakan, pihaknya mengumpulkan data dan membandingkan dengan hasil uji klinik vaksin AstraZeneca.

"Kasus KIPI terakhir sudah kami investigasi," kata Hindra Irawan Satari dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN, Selasa (25/6/2021).

"Usai mengkaji data rekam medis pasien, dan pemeriksaan laboratorium, disimpulkan kasus itu disebabkan penyebab lain, tidak terkait vaksin AstraZeneca," jelasnya.

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari bersama Salsabila Syaira yang menjadi pembawa acara diskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat Selasa yang digelar virtual Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021).
Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari bersama Salsabila Syaira yang menjadi pembawa acara diskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat Selasa yang digelar virtual Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). (istimewa)

Menurut Hindra Irawan Satari, proporsi KIPI yang dilaporkan mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I-III vaksin itu.

"Oleh karena itu AstraZeneca aman digunakan," katanya.

Ellen Sianipar, Ketua Komda PP KIPI Provinsi DKI Jakarta, menyatakan, sampai saat ini KIPI yang ditemukan di DKI Jakarta masih bersifat ringan.

Baca juga: Pelaku UMKM Partisipasi di Vaksinasi Gotong Royong, Wagub DKI Optimis Perekonomian Cepat Pulih

Baca juga: Ribuan Karyawan Grup Astra Ikut Vaksinasi Gotong Royong, Kimia Farma Siapkan Layanan Digital

"Bersifat ringan seperti demam yang kemudian bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari," jelas Ellen Sianipar.

"Sebelumnya AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI dan Polri sejak akhir Maret lalu," lanjutnya.

Sementara untuk masyarakat umum, AztraZeneca baru dipakai Mei 2021 ini.

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari bersama Salsabila Syaira yang menjadi pembawa acara diskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat Selasa yang digelar virtual Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021).
Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari bersama Salsabila Syaira yang menjadi pembawa acara diskusi tentang AstraZeneca Aman, Vaksinasi Terus Jalan dalam Dialog Produktif Semangat Selasa yang digelar virtual Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). (istimewa)

"Sampai sekarang vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca masih berlangsung dan saya harap masyarakat masih percaya dengan vaksin tersebut," katanya.

Gejala yang perlu diperhatikan, menurut Hindra Irawan Satari, adalah sakit kepala hebat, penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved