Minggu, 12 April 2026

VIDEO Kominfo Telusuri Dugaan Penjualan 279 Juta Data Penduduk Indonesia di Forum Hacker

Dugaan data pribadi 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Editor: Murtopo

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan pendalaman terkait dugaan data penduduk Indonesia bocor sebanyak 279 di forum peretas dunia, Raid Forums.

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan pihaknya langsung melakukan pendalaman untuk menelusuri dugaan data yang sangat penting itu apakah benar-benar bocor.

Kominfo belum dapat memastikan apakah informsi 279 juta data penduduk Indonesia itu bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums.

"Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman atas dugaan kebocoran data tersebut. Saat ini belum bisa disimpulkan apakah data di Raid Forums itu benar kumpulan NIK KTP, BPJS, dan lain-lain," ujar Dedy kepada Tribunnews.com, Kamis (20/5).

Baca juga: Pakar Keamanan Siber Indonesia Sebut Pencurian Data BPJS yang Dijual di Raid Forums Benar Terjadi

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Jakarta Belum Aman Minta Jajaran Polsek Data Pemudik Lalu Tes Rapid Antigen

Baca juga: 2,3 Juta Data Penduduk Bocor, Pakar Siber: Sistem IT KPU Patut Dipertanyakan

Dedy mengungkapkan bila pihaknya belum bisa berkomentar lebih banyak perihal apa tindak lanjut Kominfo dalam mengungkap insiden kebocoran data itu.

"Nanti perkembangannya akan diinformasikan lebih lanjut," tambahnya.

Dugaan data pribadi 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Alhasil, informasi ini mendadak heboh di jagat Twitter sejak semalam.

Belum diketahui secara jelas apakah betul data tersebut merupakan data kependudukan Indonesia.

Sementara perihal sumber asal data itu berasal dan bagaimana data itu diperoleh hingga dijual Raid Forums juga belum bisa disimpulkan.

Sebagai informasi, sebuah tangkapan layat diunggah akun bernama Kotz ramai di Twitter. Gambar itu berisi beberapa informasi, seperti KTP, alamat, nama, hingga foto pribadi.

Baca juga: GAWAT, Data 279 juta Warga Diduga Bocor dan Dijualbelikan, Pihak BPJS Bentuk Tim Khusus

Tak hanyabotu, Kotz juga memberikan 1 juta data sampel secara cuma-cuma sebagai pembuktian dari 279 juta data yang tersedia.

Pemilik data tersebut menjual 279 juta data ini dengan harga 0,15 bitcoin atau setara Rp 87 juta.

Salah satu akun @Br__AM menyampaikan data itu milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Informasi itu diperoleh dari komunikasinya dengan akun bernama KAZALA MORO.

"Source BPJS Kesehatan and they sell it for 0.15 BTC around 6K usd," kicau @Br__AM.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved