Info Balitbang Kemenag
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Tak Berjalan Efekfif di Masa Pandemi Covid-19
Sejumlah siswa kelas 7 SMP N 2 Kairatu Barat mengatakan bahwa, mereka cenderung merasa jenuh dan cepat bosan saat belajar sendiri di rumah.
Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Oleh karena itu, orang tua berharap ada kebijakan dari lembaga pendidikan agar guru bisa mendampingi anak dalam belejar di masa pandemi Covid-19.
Media pembelajaran merupakan penghubung antar guru dengan siswa, media pembelajaran bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menyampaikan informasi atau pesan-pean pembelajaran tanpa tatap muka. Salah satu media pembelajaran yang bisa dimanfaatkan di masa pandemi saat ini adalah multimedia interaktif.
Pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran PAK, dinyatakan layak oleh ahli materi dengan skor 4,09 pada kategori “baik”, ahli bahasa dengan skor 4,2 pada kategori “baik”, ahli media dengan skor 4,4 pada kategori “sangat baik”, Praktisi memberikan skor 4,2 pada kategori “baik”.
Demikian halnya dengan media pembelajaran interaktif dari sudut pendidikan karakter, menyatakan layak untuk digunakan sebagai upaya penguatan pendidikan karakter di masa pandemi covid-19.
Berdasarkan penilaian dari 1 orang dosen pendidikan karakter dan 5 orang guru PAK, multimedia interaktif memiliki dampak terhadap karakter peserta didik.
Secara tidak langsung multimedia interaktif akan berdampak terhadap penguatan nilai-nilai karakter bagi peserta didik, di antaranya: karakter Religious, Jujur, Toleransi, Cinta damai, Kreatif, Mandiri, Disiplin, Rasa Ingin Tahu, Gemar membaca, Tanggung jawab.
Muatan materi Indahnya mengampuni, tampilan media yang didesain dengan nuansa rohani Kristen, backsound lagu rohani yang sesuai dengan materi dinilai mampu memberikan penguatan terhadap nilai karakter religious peserta didik.
Materi indahnya mengampuni, cerita kehidupan Nelson mandela, model soal yang dirancang dinilai mampu memberikan penguatan terhadap nilai karakter kejujuran, Toleransi dan Cinta damai peserta didik sebagai pengguna.
Media pembelajaran yang didesain interaktif dinilai mampu menuntut peserta didik untuk semakin lebih kreatif. Media pembelajaran dilengkapi dengan fitur-fitur yang kreatif, lengkap dan mudah dipahami sehingga mampu digunakan secara mandiri oleh pengguna tanpa pendampingan dari orang lain.
Dalam menjawab soal evaluasi, pengguna akan diarahkan otomatis ke halaman materi ketika siswa salah menjawab soal, dengan demikian media pembelajaran interaktif dinilai mampu memberikan dampak terhadap penguatan nilai karakter gemar membaca dan rasa ingin tahu peserta didik.
Pada slide kedua media pembelajaran, mengajak peserta didik untuk terlibat aktif dalam bernyanyi dan berdoa sebagai pembukaan, hal ini dinilai mampu berdampak terhadap penguatan nilai karakter kedisiplinan dan rasa tanggung jawab peserta didik.
Rekomendasi
Dari temuan penelitian pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran PAK, maka peneliti merekomendasikan beberapa hal, yaitu :
Pertama, Kemenag RI membuat program dan mendampingi guru-guru Pendidikan Agama Kristen berupa diklat/workshop secara berkesinambungan untuk meningkatkan kreatifitas guru PAK.
Kedua, Kemenang RI Pusat dan Kemenag Daerah harus mensinkronkan kebijakan terhadap pengembangan kompetensi dan keterampilan guru PAK, sehingga lebih merata.
Ketiga, Kemenag RI pusat dan daerah hendaknya memberikan ruang/wadah bagi guru-guru PAK yang memiliki keterampilan ICT untuk memperlengkapi rekan-rekan guru PAK di daerahnya masing-masing.
Keempat, Kemenag RI pusat dan daerah hendaknya merekrut guru PAK sebagai Guru Penggerak sebagaimana kebijakan dalam Kemendikbud RI.
Kelima, Kemenag RI hendaknya melaksanakan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis digital secara kontinyu bagi guru-guru PAK. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rakor-ptkkn.jpg)