Breaking News:

Sidang John Kei

Kenapa John Kei Tertawa Divonis 15 Tahun Penjara? Berikut Ini Penjelasan Lengkap Kuasa Hukumnya

Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Kamis (20/5/2021) Jhon Kei tertawa saat divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim. Kenapa?

Penulis: Desy Selviany | Editor: Panji Baskhara
istimewa
Kenapa John Kei tertawa saat divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat? Foto: John Kei 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jhon Kei tertawa, pada Kamis (20/5/2021).

Diketahui, Jhon Kei tertawa saat divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim, lantaran terbukti telah melakukan pembunuhan berencana.

Namun, kenapa John Kei tertawa divonis 15 tahun penjara?

Kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto ungkap sikap tenang John Kei saat divonis 15 tahun penjara.

Baca juga: Divonis 15 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Anak Buah Nus Kei, John Kei Tertawa Terbahak

Baca juga: Jauh dari Tuntutan, Tiga Anak Buah John Kei Hanya Divonis 13 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Berencana

Baca juga: Divonis 13 dan 14 Tahun Penjara, Dua Anak Buah John Kei Pikir-pikir Dulu Tanggapi Putusan Hakim

Pasalnya kata Anton, John Kei sampai akhir persidangan masih yakin dirinya tidak terlibat dalam penyerangan anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Beliau dari awal sudah bilang. Sesuai dengan imannya beliau akan bebas. Beliau yakin bebas," ujar Anton di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (20/5/2021).

Maka dari itu kata Anton, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Terlebih kata Anton, selama kurang lebih satu tahun persidangan, tidak ada yang dapat membuktikan John Kei merencanakan pembunuhan terhadap Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin.

Dimana tidak ada bukti sms atau perintah yang memperlihatkan John Kei jadi dalang tewasnya anak buah Nus Kei.

"Jadi sangat mungkin kita ajukan banding. Karena kalau 15 tahun penjara apa, kalau pembunuhan berencana kenapa tidak langsung hukuman mati," terang Anton.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved