Kamis, 30 April 2026

Hari Raya Idul Fitri

Usai Libur Lebaran, Belum Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, pascalibur Lebaran pada 12-16 Mei 2021, belum terlihat ada tanda-tanda kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama |
Wartakotalive/Hironimus Rama
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor  mengalami penurunan angka dalam beberapa waktu terakhir. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG -- Pascalibur Lebaran pada 12-16 Mei 2021, belum terlihat ada tanda-tanda kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Selasa (18/5/2021).

"Saat ini belum ada tanda-tanda kenaikan kasus pasca libur Idul Fitri 1442 Hijriah," kata Ade.

Video: Sehabis Pulang Kampung Pemudik Wajib Ikut Tes Covid di GOR Kecamatan Makasar

Menurut Ade Yasin kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor  mengalami penurunan angka dalam beberapa waktu terakhir.

"Saat ini rata-rata kasus harian di angka 60-an kasus, padahal sebelumnya sekira 90 kasus per hari," ujarnya.

Hal ini berdampak pada ketersediaan ruang isolasi Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Libur Lebaran, Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Swab Test

Baca juga: Momen Arus Balik Mudik Lebaran, Dinkes DKI Jakarta Diminta Fokus Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

"Keterisian ruang isolasi Covid-19 kini hanya mencapai sekitar 20 persen," tambah Ade.

Sementara ruang ICU di rumah sakit-rumah sakit saat ini memang agak penuh.

"ICU kan paling ada 7 ya di rumah sakit, ini yang penuh," tuturnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 usai libur Lebaran, Ade meminta Satgas Covid-19 tingkat RT/RW untuk memantau para pasien OTG.

Baca juga: Wisma Atlet Sediakan 5.000 Tempat Tidur Mengantisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Arus Balik

"Saat ini yang harus diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dab warga yang isolasi mandiri tanpa melapor ke Satgas," papar Ade.

Sebelumnya dalam Rapat Penanganan Covid-19 yang digelar secara virtual, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Bupati/Walikota se-Jawa Barat untuk fokus kendalikan Covid-19.

“Saya instruksikan kepada Bupati/Walikota, RT dan RW untuk melaporkan warganya yang diketahui hilang selama lebaran pasti karena mudik," ujar Ridwan.

Apabila ada warga tidak ada saat lebaran dan diasumsikan mudik, lanjut dia,  mereka itulah yang jadi target pengetesan Swab Antigen atau PCR.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sumatera Melonjak, Tes Swab di Pelabuhan Bakauheni Diperketat Saat Arus Balik

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved