Minggu, 3 Mei 2026

Vaksinasi Covid19

Kementerian Kesehatan: Tak Perlu Membeda-bedakan Merek Vaksin, Keamanan dan Manfaatnya Sama

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tidak khawatir terhadap banyaknya merek vaksin Covid-19.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, WHO berpesan kepada negara di dunia untuk tidak memilih-memilih vaksin. 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tidak khawatir terhadap banyaknya merek vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan menilai, semua vaksin yang diproduksi oleh industri farmasi itu sama baiknya, karena telah menjalani uji klinis tahap tiga.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, WHO berpesan kepada negara di dunia untuk tidak memilih-memilih vaksin.

Baca juga: Minta Jokowi Tak Intervensi, Arief Poyuono: KPK Tidak akan Kiamat Tanpa 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK

Soalnya, vaksin Covid-19 yang diproduksi telah mengikuti serangkaian tes, salah satunya uji klinis hingga tiga tahap.

“WHO juga sudah mendaftar vaksin yang bisa digunakan, ini tentunya akan sama dari sisi kualitas, keamanan, dan manfaatnya."

"Karena itu, kita tidak perlu membedakan pada saat ini pakai vaksin A atau vaksin B,” ujar Siti saat dialog virtual bertema ‘Vaksinasi Gelombang Ketiga Dimulai’ pada Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Busyro Muqoddas Duga Penonaktifan 75 Pegawai KPK untuk Kepentingan Pemilu 2024

Siti mengatakan, Pemerintah Indonesia terus bersaing dengan negara lain untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Kebutuhan vaksin Covid-19 sangat tinggi, karena virus ini hampir menyerang seluruh negara di dunia.

Di sisi lain, tidak ada satu industri farmasi mana pun yang sanggup memenuhi kebutuhan vaksin untuk satu negara dalam sekali waktu.

Baca juga: Jokowi: Membeli Vaksin Itu Bukan Barang Mudah, Jadi Rebutan 215 Negara

Sebab, pemenuhan kebutuhan vaksin dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu yang panjang.

Salah satunya penyediaan vaksin Covid-19 untuk 181 juta warga Indonesia.

Lantaran tidak ada yang sanggup memproduksi vaksin dengan jumlah besar dalam satu waktu, maka pemerintah memutuskan membeli vaksin dari industri farmasi yang selesai membuatnya.

Baca juga: Kesulitan Buru Kelompok Teroris MIT Poso, Polri: Di Atas Gunung Kadar Oksigen Berkurang

“Kami harus bersaing dengan negara-negara lain untuk bisa mendapatkan vaksin ini, sehingga itulah, apa pun jenis dan merek vaksin pasti digunakan."

"Kami tahu ini pasti aman dan bermanfaat, sehingga tidak ada perbedaan antara vaksin gelombang satu dan kedua,” imbuhnya.

Vaksinasi Covid-19 pada gelombang pertama menggunakan merek Sinovac, kemudian pada gelombang kedua sebagian memakai Sinovac dan sebagian lagi menggunakan AstraZeneca.

Baca juga: Novel Baswedan: Terima Kasih Pak Jokowi, Pidato Bapak Bebaskan Kami dari Tuduhan Tidak Pancasilais

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved