Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri

Hari Minggu Kemarin Belum Terjadi Puncak Arus Balik Arah Jabodetabek, Ini Kata Kakorlantas

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono mengatakan, puncak arus balik kendaraan yang masuk Jabodetabek usai libur Idul Fitri 1442 H belum terjadi

Warta Kota/Budi Malau
Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan, puncak arus balik kendaraan yang masuk Jabodetabek usai libur Idul Fitri 1442 Hijriah belum terjadi pada akhir pekan ini.  Foto dok: Kakorlantas Polri Irjen Istiono. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hari Minggu (16/5/2021) kemarin seharusnya merupakan puncak arus balik mudik Lebaran 2021.

Pasalnya, hari ini, Senin (17/5/2021), merupakan awal hari kerja setelah empat hari libur, mulai dari tanggal 13, 14, 15, dan 16 Mei 2021.

Namun nyatanya menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono, puncak arus balik kendaraan yang masuk Jabodetabek usai libur Idul Fitri 1442 Hijriah belum terjadi pada akhir pekan ini. 

Video: Pemudik yang Balik Tanpa Surat Bebas Covid-19 Ditolak

Istiono dalam keterangan persnya diterima di Jakarta, Senin (17/5/2021) mengatakan, volume kendaraan yang melintasi arah Jabodetabek mencapai 21.000 unit pada akhir pekan ini, padahal biasanya jumlah kendaraan arus balik lebih dari 60.000 unit.

“Untuk biasanya arus balik di atas 60 ribu. Kita lihat nanti perkembangannya,” kata Istiono.

Istiono sempat memantau kesiapsiagaan petugas di Pos Penyekat KM34 Tol Cikampek-Jakarta yang didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan, dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Baca juga: Bus Sekolah Jakarta Dilibatkan Angkut Pemudik Arus Balik yang Reaktif Covid-19 ke RS Wisma Atlet

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Jaya Siapkan 12 Pos Pemeriksaan Pemudik Arus Balik dengan Alat Tes Antigen

Berdasarkan statistik, Istiono mengatakan, volume kendaraan dari Jawa Tengah yang masuk Jabodetabek pada musim arus balik Lebaran 2021 menurun sebesar 52 persen, dari Jabar menurun 56 persen, dan dari Sumatera menuju Jabodetabek menurun 73 persen.

Dari hasil data tersebut, Istiono memperkirakan puncak arus balik Idul Fitri 1442 Hijriah berpotensi terjadi pada akhir pekan depan.

Lebih lanjut, Istiono mengatakan, penurunan volume kendaraan yang memasuki wilayah DKI Jakarta dipengaruhi Aparat Sipil Negara (ASN),TNI, Polri dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang patuh untuk tidak mudik.

“Penurunan angka pemudik indikasi kepatuhan ASN, TNI dan Polri yang tidak melakukan mudik,” katanya.

Baca juga: Arus Balik, Pemudik dari Arah Karawang akan Diperiksa Rapid Tes Antigen Gratis

Sementara itu, Kakorlantas juga menjelaskan kendaraan yang diputarbalikkan agar tidak terjadi kerumunan massa pada sejumlah konsentrasi wisata sebanyak 42.307 unit.

“Saya harapkan masyarakat benar-benar paham kondisi itu karena petugas di lapangan sudah bekerja keras, sudah maksimal untuk menekan penyebaran Covid-19,” ucap Istiono.

Sebelumnya, Korlantas Polri memperketat pemeriksaan setiap kendaraan yang memasuki wilayah Jabodetabek pada arus balik Lebaran 2021 dengan mendirikan 109 pos pemeriksaan untuk menggelar tes antigen secara acak yang bertujuan menekan kasus Covid-19. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved