Breaking News:

Ada Pertanyaan Soal Jilbab di Tes Wawasan Kebangsaaan, Pegawai KPK yang Tak Lulus: Keterlaluan

Berkaca pada tes lain seperti tes calon pimpinan KPK hingga tes deputi, Giri mengaku selalu lolos.

Wartakotalive.com/Herudin
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono menjadi satu dari 75 pegawai yang tak lulus TWK. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono menilai, pertanyaan seputar isu sensitif dalam tes wawasan kebangsaaan (TWK), sangat keterlaluan.

Giri sendiri mengetahui itu dari rekan-rekan yang saling bercerita soal pertanyaan tersebut.

"Yang membuat hati saya bergejolak adalah misalkan apakah anda bersedia mencopot jilbab, itu menurut saya keterlaluan."

Baca juga: Kedatangan 1.389.600 AstraZeneca, Indonesia Total Sudah Amankan 75.910.500 Dosis Vaksin Covid-19

"Kemudian tidak bersedia, lalu Anda egois dong, tidak memikirkan negara."

"Ini keterlaluan menurut saya," kata Giri dalam diskusi Polemik Trijaya 'Dramaturgi KPK', Sabtu (8/5/2021).

Giri juga mengaku dapat informasi soal seputar kawin cerai atau bahkan menikah-belum menikah, hingga ke seputaran ucapan Natal kepada yang merayakan.

Baca juga: Diciduk Intel Kodam Jaya, Penyebar Video Hoaks Tank TNI Sekat Pemudik Menyesal dan Minta Maaf

"Kebetulan yang ditanya keluarganya juga campuran, pluralisme. Jadi aman," tambahnya.

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan itu tidak selayaknya ditanyakan.

"Ini kan tes wawasan kebangsaan."

Baca juga: Komcad Bakal Dibekali Senjata Canggih, Politikus PDIP Bilang Tak Imbang dengan Milik Prajurit TNI

"Jadi kalau kecintaan kepada republik ini, kenapa dipertanyakan lagi?"

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved