Breaking News:

Usulan Komisi VII DPR Dibubarkan, Formappi: Apa karena Mulai Lapar Baru Bisa Bersuara Kritis?

Komisi VII DPR seolah menyesal belakangan setelah peleburan Kemenristek menjadi Kemdikbud-Ristek.

TRIBUNNEWS/ERI KOMAR SINAGA
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus merasa heran dengan sikap DPR yang mengusulkan pembubaran Komisi VII. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Fraksi Golkar Dyah Roro Esti mengusulkan komisinya dibubarkan, saat rapat paripurna pembukaan masa persidangan V, Kamis (6/5/2021).

Menanggapi usulan pembubaran itu, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) justru merasa heran dengan sikap DPR.

Sebab, Komisi VII DPR seolah menyesal belakangan setelah peleburan Kemenristek menjadi Kemdikbud-Ristek.

Baca juga: Tjahjo Kumolo: KemenPANRB Tak Dilibatkan dalam Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

"Kenapa setelah sudah diketok, Komisi VII baru mulai keberatan dan seolah-olah ngambek?"

"Padahal mereka sejak awal mendukung keinginan Presiden membubarkan Kemenristek?" Kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Menurut Lucius, dalam posisi itu terlihat sistematika kerja DPR juga bermasalah.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 6 Mei 2021: Dosis Pertama 12.995.710, Suntikan Kedua 8.317.944 Orang

Kecenderungan untuk langsung mendukung permintaan Jokowi sangat terlihat tanpa ada keberatan atau penggalian wacana yang mendalam terkait dampak kebijakan.

"Setelah mulai merasakan efek dari kebijakan sebagaimana dirasakan oleh Komisi VII, baru mulai ngeluh?"

"Lho, ke mana aja saat keputusan membubarkan Kemenristek suara-suara kritis Komisi VII?"

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 6 Mei 2021: Pasien Baru Tambah 5.647, Sembuh 5.943 Orang, 147 Wafat

"Apa karena mulai lapar baru bisa bersuara kritis?" Sindir Lucius.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved