Lebaran 2021
H-1 Larangan Muidk Lebaran, Pemudik Padati Terminal Bayangan Cimanggis, Ciputat
Bus Antar Kota Antar Provinsi yang mayoritas meyalani rute perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah tengah bersiap mengangkut ratusan penumpang
WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - H-1 pemberlakukan larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Terminal Bayang Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ramai para pemudik.
Sejumlah Bus Antar Kota Antar Provinsi yang mayoritas meyalani rute perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah tengah bersiap mengangkut ratusan penumpang yang telah menunggunya di Terminal Bayangan Cimanggis.
Heru (40), seorangperantau yang tinggal di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel mengatakan, rasa kangen berkumpul dengan keluarganya menjadikan dirinya memutuskan untuk mudik di tengah kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini.
Baca juga: Perbatasan Bekasi-Karawang Mulai Dijaga Ketat, Polisi Pastikan Tidak Akan Ada Pemudik yang Lolos
Baca juga: Jadwal Perjalanan KRL Berkurang selama Masa Larangan Mudik, Simak Jadwal Lengkapnya
Pasalnya, dirinya sudah setahun lamanya tak mengunjungi istri dan kedua anaknya yang berada di Pekalongan, Jawa Tengah.
"Mau mudik ke Pekalongan. Pertama ketemu orang tua, terus saudara, keluarga, anak istri. Tahun 2020 kemarin di Jakarta enggak sempat pulang, terpaksa Lebaran di sini. Karena faktor ekonomi dan waktu itu covid kan terus kita juga terganggu banget itu, empat bulan saya enggak ada pemasukan sama sekali," katanya kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (5/5/2021).
Ia mengatakan rasa ingin mengunjungi keluarag di kampung halaman semakin menguat usai sang istri bersama anak-analanya kerap meminta dirinya pulang ke kampung halaman.
Terpaksa, dirinya nekat pulang ke kampung halamannya di tengah aturan pelarangan mudik yang digaungkan Pemerintah Indonesia.
"Sudah telpon terus istri, sudah kabarin terus kapan pulang yang penting bisa pulang walaupun enggak bawa duit atau berapapun yang penting bisa pulang," jelasnya.
Baca juga: Pasrah dengan Pelarangan Mudik, Sopir Bus AKAP Minta Pemerintah Tindak Travel Gelap
"Kalau menurut saya kita semua butuh kumpul keluarga, namanya silahturahmi sudah adat istiadatnya dari dulu kita sering mudik setahun sekali, kalau enggak boleh mudik ngerasa sedih banget enggak bisa kumpul sama keluarga gitu. Kalau bisa ya tetap harus mudik kalau sekarang pun," lanjutnya.
Seraya dengan Heru, Irma (38) mengatakan dirinya bersama sang anak, dan suami nekat mudik karena fakotr rasa kangen berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya Lebaran tahn ini.
Bahkan, dirinya mengaku telah mempersiapkan surat hasil tes swab agar bisa mudik menuju wilayah Wates, Kulon Progo, Jogjakarta.
"Iya mudik ke Wates, Jogja. Saya juga sudah tes swab kok satu keluarga hasilnya negatif. Kurang terasa (Lebaran-red) di sini, karena orang tua di sini sudah enggak ada jadi saya yang kesana," katanya saat ditemui di Terminal Bayangan Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (5/5/2021).
Baca juga: Piknik Bersama ke Bogor, Ratusan Warga Satu Komplek di Tangerang Positif Covid-19
Selain faktor tersebut, saat ini dirinya nekat mudik karena naggapannya yang menilai kasus infeksi covid-19 yang mulai mereda.
"Kalau tahun kemarin enggak mudik, covidnya lebih parah, sekarang kan rendah Insya Allah mudah-mudahan enggak ada covid-19," pungkasnya.
31 Pos Pengamanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ratusan-pemudik-memadati-terminal-bayangan-cimanggis-ciputat-kota-tangsel.jpg)