Breaking News:

Lebaran 2021

Railink Akan Refund Tiket Calon Penumpang KA Bandara 100 Persen saat Periode Larangan Mudik

PT Railink akan melakukan refund tiket 100 persen di luar bea pemesanan bagi penumpang yang telanjur membeli tiket di periode larangan mudik 6-17 Mei.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Railink Anggoro Triwibowo mengatakan, penumpang KA Bandara dapat melakukan refund tiket dan akan dikembalikan 100 persen di luar biaya bea pemesanan. Foto ilustrasi: Railink menghadirkan pelayanan baru city check-in dan baggage handling Stasiun BNI City KA Bandara Sudirman, Jumat (31/1/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- PT Railink sebagai operator Kereta Api (KA) Bandara, akan melakukan refund tiket 100 persen di luar bea pemesanan bagi penumpang yang telanjur membeli tiket pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Refund tiket untuk para penumpang KA Bandara ini, sebagai tindak lanjut dari PT Railink karena pada periode larangan mudik layanan operasional KA akan dihentikan sementara.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Railink Anggoro Triwibowo mengatakan, penumpang KA Bandara dapat melakukan refund tiket dan akan dikembalikan 100 persen di luar biaya bea pemesanan.

"Penumpang yang akan melakukan refund tiket ini, diharuskan menyertakan bukti tiket dan juga transaksi yang dilakukan ke email info@railink.co.id," ucap Anggoro dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Anggoro juga mengungkapkan, bahwa KA Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Kualanmu Medan akan berhenti beroperasi sementara pada periode larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Kemenhub Terbitkan Stiker Khusus Perjalanan saat Larangan Mudik, Begini Cara Mengajukannya

Baca juga: KA Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Hentikan Operasional saat Larangan Mudik 2021

"Penghentian operasional KA Bandara ini, sebagai upaya mendukung penerapanan peratauran pemerintah terkait larangan mudik lebaran 2021 untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," ujar Anggoro.

KA Bandara Soekarno-Hatta dan juga Kualanamu, lanjut Anggoro, akan kembali beroperasi secara normal setelah periode larangan mudik lebaran yaitu pada 18 Mei 2021.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Surat Edaran (SE) Peraturan Menteri Perhubungan No 13 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam SE ini, mengharuskan semua operasional moda transportasi dilarang untuk mengangkut penumpang yang bertujuan mudik ke kampung halaman mereka.

Baca juga: Polri Siapkan 166.734 Personel Gabungan untuk Operasi Ketupat Larangan Mudik

Selain itu, Satgas penanganan Covid-19 juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Melalui SE tersebut, Satgas Covid-19 melarang adanya mobilitas masyarakat yang berkepentingan untuk mudik menggunakan moda transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian.

Meski begitu, dalam SE ini juga disebutkan ada pengecualian untuk masyarakat yang terpaksa harus melakukan perjalanan saat periode larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Jasa Marga Catat Penurunan Lalu Lintas pada Akhir Pekan Terakhir Sebelum Masa Larangan Mudik

Pengecualian tersebut untuk Pengecualian tersebut untuk masyarakat yang melakukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non-mudik.

Kesemuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa atau lurah setempat yang bertanda tangan basah atau elektronik. (Hari Darmawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved