Breaking News:

Larangan Mudik

Jasa Marga Catat Penurunan Lalu Lintas pada Akhir Pekan Terakhir Sebelum Masa Larangan Mudik

Memasuki masa peniadaan mudik pada 6 Mei 2021 mendatang, Jasa Marga mencatat sebanyak 387.383 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek.

Dok PT Jasa Marga
Ilustrasi Gerbang Tol Cikampek Utama 2. PT Jasa Marga mendukung pemerintah yang memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan mudik Lebaran untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Memasuki masa peniadaan mudik pada 6 Mei 2021 mendatang, Jasa Marga mencatat sebanyak 387.383 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode akhir pekan terakhir sebelum memasuki masa peniadaan mudik atau pada Jumat-Minggu (30 April-2 Mei 2021).

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier atau Utama, yaitu GT Cikupa arah barat, GT Ciawi arah selatan, dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama arah timur.

Baca juga: Protes Kebijakan Larangan Mudik, Perkumpulan Pengemudi: Sejak Kapan Kemenhub Jualan Stiker?

Baca juga: PO Bus Taati Aturan Larangan Mudik, DPP Organda Dukung Polisi Ciduk Travel Gelap yang Beroperasi

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini turun 10 persen  jika dibandingkan lalin normal," kata Heru, Senin (3/5/2021).

Heru menuturkan, untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 181.026 kendaraan menuju arah timur, 118.983 kendaraan menuju arah barat, dan 87.374 kendaraan menuju arah selatan.

Menjelang masa peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriyag 6-17 Mei 2021, Jasa Marga mengimbau kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan seperti kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja/dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil (didampingi 1 anggota keluarga), dan kepentingan persalinan untuk dapat melengkapi dokumen persyaratan antara lain Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maks 3x24 jam dan hasil negatif tes rapid antigen maksimal 2x24 jam atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

"Jika tidak dilengkapi persyaratan itu akan diputar balik, nanti bersama petugas kepolisian melakukan pemeriksaan," jelasnya.

Ia menerangkan, Jasa Marga mengimbau agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol.

Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan saat berada di Tempat Istirahat (TI).

"Jangan lupa isi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara," paparnya.

Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

Baca juga: Arief R Wismansyah Minta Buruh Kota Tangerang Patuhi Aturan Pemerintah Larangan Mudik Lebaran

Baca juga: VIDEO Menjelang Tanggal Larangan Mudik, Stasiun Pasar Senen Dipenuhi Warga yang Ingin Mudik Lebaran

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved