Breaking News:

Mudik Lebaran

Meski Tahu Ada Larangan Mudik, Muslimin Tetap Pulang Kampung Naik Bus di Terminal Induk Bekasi

Meski Tahu Ada Larangan Mudik, Muslimin Tetap Nekat Naik Bus di Terminal Induk Bekasi Menuju Kampungnya Cilacap. Berikut Alasannya

Warta Kota
Suasana Terminal Induk Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (4/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Gelombang kedatangan pemudik di Terminal Induk Bekasi semakin besar seiring mendekati hari larangan mudik pada Kamis (6/5/2021) mendatang.

Pantauan Warta Kota di Terminal Induk Bekasi pada Selasa (4/5/2021), masyarakat terlihat hilir mudik memenuhi area tunggu penumpang hingga menaiki bus sejumlah jurusan.

Para pemudik itu mengaku memilih pulang kampung lebih dini agar bisa merayakan Lebaran di kampung halamannya.

Seperti Muslimin (34) seorang pemudik asal Bekasi Timur.

Pria itu berencana menumpang bus antar kota-antar provinsi (AKAP) untuk pulang ke kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah. 

"Sudah tahu sih ada larangan mudik nanti tanggal 6 Mei, makanya sebelum dilarang saya pulang kampung hari ini. Soalnya pas tahun lalu dilarang, saya sudah enggak Lebaran di kampung," kata Muslimin di lokasi, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Disidak Mayjen Dudung, Anies Baswedan dan Irjen Fadil Imran, Pasar Tanah Abang kini Mulai Kondusif

Baca juga: Bedah Foto Jokowi Tinjau Para Ibu Tanam Padi Sendirian, Roy Suryo : Bocor di Belakang

Baca juga: Kasus Editan Foto Bocor Juga Pernah Terjadi, Roy Suryo Sebut Ada Penampakan Dalam Rapat Jokowi

Baca juga: Beda Narasi Ketika Musrenbangnas Desember 2019, Jokowi Kini Sebut Pandemi Ubah Rencana Pembangunan

Muslimin yang bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Bekasi Timur ini, menyatakan banyak pula teman-temannya yang lebih dulu meninggalkan Bekasi.

Lantaran khawatir di putar balik, mereka menumpangi travel dengan konsekuensi membayar lebih mahal dari hari biasa.

"Karena kan proyeknya sudah habis, jadi teman-teman juga sudah pulang naik travel kemarin malam. Bayarnya Rp450 ribu, padahal kalau hari biasa hanya Rp200 ribu," ujarnya.

Baca juga: Dirut PT Indotruck Utama Kembali Mangkir,Kriminalisasi Arwan Koty Dinilai Kuasa Hukum Semakin Kental

Baca juga: Beli Ekskavator Senilai Rp 1,265 Miliar dari PT Indotruck Utama, Arwan Koty Mengaku Dikriminalisasi

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved