Virus Corona
COVID-19 INDIA Makin Ngeri 30.000 Orang Tewas/Hari Kena Varian B1617, AS Stop Perjalanan dari India
Virus Corona di India makin mengerikan dengan jumlah kematian 30.000 orang/hari. AS melarang kedatangan orang India. Ada 3 varian baru corona.
Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
* AS akhirnya stop perjalanan dari India mulai Selasa di tengah wabah Covid-19
* Petugas medis mengatakan 30.000 orang tewas sehari
* Di India telah berkembang 3 varian baru Virus Corona
* India sedang mengalami bencana gelombang kedua yang dipicu varian paling mematikan B.1.617
* Varian India telah terdeteksi di AS dengan laporan kasus di California dan Tennessee
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kasus Virus Corona di India makin mengerikan.
Sedikitnya 30.000 orang tewas per hari karena terpapar Covid-19.
Berdasarkan data Worldometers 1 Mei, jumlah orang terpapar Virus Corona di India mencapai 18.754.984 kasus dan total kematian mencapai 208.313 orang.
India adalah negara dengan jumlah kasus Corona terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan 33.044.068 kasus dan jumlah kematian 589.271 orang.
Baca juga: REKOR Baru Kasus Covid-19 di India dalam 24 Jam Terakhir Tambah 3.498, Mumbai Tutup Pusat Vaksinasi
Baca juga: UPDATE Kasus Jasa Mafia Kekarantinaan, Polisi Tangkap Dua Warga Negara India yang Sempat Buron
Berita terkini Wartakotalive.com bersumber dari dailymail.co.uk pagi ini menyebutkan, pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya memberlakukan pembatasan perjalanan dari India.
Petugas medis negara itu mengatakan 30.000 orang meninggal setiap hari, mayat bertumpuk di jalan-jalan dan tiga jenis varian yang tumbuh di dalam negeri sedang melanda negara itu.
WN Amerika Diminta Tinggalkan India

Larangan tersebut, yang hanya berlaku untuk warga negara non-AS, tidak akan berlaku hingga Selasa depan.
Pengumuman itu datang dua hari setelah Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan perjalanan Level 4, yang merupakan peringatan tertinggi dari jenisnya.
Semua orang Amerika diminta untuk meninggalkan India jika mereka bisa karena wabah Covid-19.