Breaking News:

Virus Corona

REKOR Baru Kasus Covid-19 di India dalam 24 Jam Terakhir Tambah 3.498, Mumbai Tutup Pusat Vaksinasi

Semua pusat vaksinasi di kota pusat keuangan India, Mumbai, ditutup selama tiga hari mulai Jumat karena kekurangan vaksin, kata pihak berwenang.

Editor: Hertanto Soebijoto
Money SHARMA / AFP
India, Jumat (30/4/2021), melaporkan 386.452 lagi kasus Covid-19 --rekor baru, sementara jumlah kematian melonjak sebanyak 3.498 orang selama 24 jam terakhir. Foto ilustrasi: Sebuah mayat terbaring di tengah pembakaran kayu bakar para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi, Senin (26/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BENGALURU -- Perkembangan terkini kasus Covid-19 di India masih diliputi ketidakpastian.

Laporan terakhir menyebutkan, belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 melandai, apalagi menurun seperti yang diharapkan banyak pihak.

Pada Jumat (30/4/2021) India  melaporkan 386.452 lagi kasus Covid-19 --yang merupakan rekor baru, sementara jumlah kematian akibat penyakit itu melonjak sebanyak 3.498 orang selama 24 jam terakhir, menurut data kementerian kesehatan.

Sementara itu, semua pusat vaksinasi di kota pusat keuangan India, Mumbai, ditutup selama tiga hari mulai Jumat karena kekurangan vaksin, kata pihak berwenang.

Para ahli medis percaya bahwa angka Covid-19 di negara terpadat kedua di dunia itu sebenarnya mungkin mencapai lima hingga 10 kali lebih besar dari hitungan resmi.

India sejak akhir Februari 2021 telah mencatat sekitar 7,7 juta kasus lagi saat ketika gelombang kedua meningkat, menurut penghitungan Reuters.

Baca juga: Waspada Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia Seperti India, Ini Pesan Anies Baswedan ke Warga

Baca juga: Berkaca Pada Tsunami Covid-19 India, Ridwan Kamil Serius Terapkan Larangan Mudik, Penyekatan 24 Jam

Sebelumnya, India mencatat 7,7 juta kasus Covid-19 dalam masa lebih lama, yakni hampir enam bulan.

Negara itu saat ini mengalami krisis yang parah. Rumah-rumah sakit dan kamar jenazah kewalahan.

Persediaan obat-obatan dan oksigen terbatas. Pembatasan ketat pada pergerakan diterapkan di kota-kota terbesar.

India adalah negara produsen vaksin terbesar di dunia namun tak punya cukup persediaan untuk mengimbangi gelombang kedua Covid-19 yang banyak menelan korban jiwa.

Baca juga: Ada Mafia Karantina yang Loloskan WNA India di Bandara Soetta, Kemenhub Kecolongan? Ini Katanya

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved