Breaking News:

Pasar Malam

Satpol PP Kota Tangsel Tutup Operasional Pasar Malam di Pamulang

Pasar malam yang digelar di Pamulang, Kota Tangsel dibubarkan pihak aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Penutupan operasional pasar malam di Pamulang oleh personel gabungan (Dok. Humas Satpol PP Kota Tangsel). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Pasar malam yang digelar di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibubarkan pihak aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri. 

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana, mengatakan pembubaran dilakukan personel gabungan akibat kerumunan yang terjadi pada kegiatan pasar masyarakat tersebut. 

Baca juga: VIDEO Pasar Malam di Balaraja Tangerang Ditertibkan Aparat Satpol PP Demi Cegah Kerumunan

Baca juga: Dirazia Satpol PP Bersama TNI-Polri, Para PKL Pasar Malam di Balaraja Kalang Kabut Bereskan Dagangan

"Bersama jajaran TNI Polri unsur masyarakat di mana pada malam hari ini kita pertama melakukan pembubaran kerumunan adanya kegiatan masyarakat, yaitu adanya kegiatan pasar malam. Kemudian selain pembubaran, kami lakukan penutupan," kata Sapta saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Sapta menuturkan selain melakukan pembubaran, pihaknya juga melakukan penutupan terhadap kegiatan pasar malam tersebut. 

Menurutnya, hal itu wilayah hukumnya itu masih terketagori sebagai zona oranye peta risiko penularan dan penyebaran infeksi covid-19.

Ditambah, tak adanya izin terhadap operasional dari kegiatan pasar malam di Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangsel. 

Baca juga: Pasar Malam di Balaraja Digelar di Masa PKPM, Pengunjung dan Pedagang Panik saat Petugas Datang

Baca juga: Akibat Melanggar Protokol Kesehatan Polisi Tutup Pasar Malam di Kabupaten Tangerang

"Kenapa harus kita lakukan pembubaran dan penutupan, karena kita lihat Kota Tangerang Selatan ini zonanya masih zona oranye, kita harus meraih zona hijau," jelas Sapta. 

"Yang kedua kegiatan ini jelas-jelas tanpa izin. Jadi tidak ada legalitasnya. Tidak ada pengelola yang berani menghadapi aparat untuk menunjukan izin yang dikeluarkan," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved