Rabu, 15 April 2026

Kesehatan

Antibodi Tergantung Keparahan Infeksi Covid-19, Konsumsi Immunomodulator Tingkatkan Imunitas

Ketika seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19, dia sudah memiliki antibodi alami. Kemampuan antibodi ini dipengaruhi berbagai faktor.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Istimewa
Acara virtul talkshow dari Soho dengan tema 'Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi', Rabu (28/4/2021), bersama dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi Dr dr Gatot Soegiarto SpPDKAI FINASIMDokter Spesialis Paru, Dr dr Erlina Burhan MSc Sp.P(K). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketika seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19, dia sudah memiliki antibodi alami.

Namun banyak faktor memengaruhi tinggi rendahnya antibodi orang tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi Dr dr Gatot Soegiarto SpPDKAI FINASIM mengatakan, orang yang terinfeksi tergantung tingkat infeksinya.

Infeksi terpapar virus corona bisa  tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, gejala berat, atau gejala kritis.

"Semakin berat tingkat infeksinya, tubuh berjuang semakin keras untuk mengalahkan virus," kata Gatot saat acara virtual talkshow dari Soho bertema 'Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi,' Rabu (28/4/2021).

"Fakta yang diperoleh, antibodi itu berbanding lurus dengan tingkat keparahannya," ucapnya lagi.

Baca juga: Puasa Ramadan Dapat Meningkatkan Imunitas Tubuh, Ini Penjelasannya

Baca juga: Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh saat Berpuasa Ramadan

Kasus positif virus corona di Indonesia sebagian besar tanpa gejala hingga ringan.

Untuk orang tanpa gejala (OTG),  antibodinya rendah, gejala ringan, antibodinya agak lebih tinggi.

Lebih tinggi lagi antibodinya jika bergejala sedang, parah, bahkan kritis.

Jika kritis ada dua konsekuensi. Berhasil mengalahkan hingga sembuh dan punya antibodi tinggi, atau kalah hingga akhirnya meninggal dua.  

Titer antibodi penyintas Covid ini tergantung pada masing-masing orang dan kondisi yang dihadapi.

Titer antibodi ada yang bertahan 3-8  bulan, setelah itu menurun.

Jika herd immunity karena vaksinasi tidak tercapai, maka penularan akan terus terjadi.

Sedangkan jika penularan terus terjadi,  maka potensi mutasi virus akan terus terjadi.

Penyebabnya, mutasi virus itu sesuatu yang normal, karena virus memang cenderung bermutasi jika penularan terus terjadi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved