Jumat, 15 Mei 2026

Ramadan

Puasa Ramadan Dapat Meningkatkan Imunitas Tubuh, Ini Penjelasannya

Imunitas tubuh dapat diraih saat puasa Ramadan karena saat berpuasa tubuh membersihkan diri dari sel-sel tidak baik.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih |
Popsugar
Saat menjalankan ibadah puasa, salah satu hal yang dilakukan sebelum berpuasa yakni sahur. Saat santap sahur harus tetap dipenuhi kebutuhan asupan gizi untuk kesehatan tubuh. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Imunitas tubuh atau kekebalan kesehatan tubuh dapat diraih saat puasa Ramadan.

Mengapa puasa bisa meningkatkan imunitas tubuh?

Ilmuan Jepang Yoshinori Ohsumi menemukan konsep autophagy dan mendapatkan Nobel tahun 2016.

Autophagy adalah kondisi pada saat orang berpuasa lebih dari enam jam.

Pada saat berpuasa, tubuh memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya dari sel-sel yang tidak berfungsi baik.

Membersihkan diri dari bahan-bahan toksik dan dari penyimpangan metabolise dalam tubuh sehingga sel-sel tidak berfungsi atau bahan-bahan toksik dapat dibersihkan sendiri.

Baca juga: Muhamad Guntur Triaji Gelandang Persikabo 1973 Tetap Berlatih Meski Jalankan Puasa Ramadan

Baca juga: Pada Usia Kehamilan Berapa Ibu Disarankan Bisa Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi Dr dr Gatot Soegiarto SpPD-KAI FINASIM mengatakan, orang berpuasa sistem imun jadi lebih bagus.

Sel darah putih saat berpuasa juga lebih bagus.

Hal itu terjadi jika seseorang mendapat bahan-bahan baku makanan atau asupan gizi yang cukup pada saat sahur. 

Gatot menganjurkan orang makan sahur sebelum berpuasa.

"Termasuk, mengonsumsi immunomodulator ketika sahur, agar ketika menjalani puasa, maka bahan bakunya  dapat digunakan untuk proses autophagy," katanya.

Baca juga: Ibu Hamil Boleh Berpuasa, Asal Tidak Terjadi Hal ini

Baca juga: 7 Resep Buka Puasa dari Olahan Kurma Dijamin Tidak Bosan dan Menyehatkan

Dia mengatakannya dalam acara virtul talkshow dari Soho dengan tema 'Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi', Rabu (28/4/2021).

Mengonsumsi immunomodulator pada saat sahur, kata Gatot, bagus dilakukan oleh orang lansia maupun kaum muda atau usia produktif.

DR Raphael Aswin Susilowidodo MSi, VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health mengatakan, immunomodulator baik mengandung ekstrak Echinacea pupurea  dan zinc picolinate.

Kandungan ekstrak Echinacea purpurea  telah terbukti secara klinis dapat memodulasi sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem imun tubuh. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved