21 Pondok Pesantren di Depok Jadi Klaster Covid-19 Selama Pandemi, 485 Santri Positif dan Diisolasi

Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Depok menjabarkan sejumlah data terkait kasus Covid-19.

wartakotalive.com/muhammad azzam
Ilustrasi. Para santri melakukan tadarus di Masjid Pondok Pesantren At-taqwa Putra di Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (15/4/2021) siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Depok menjabarkan sejumlah data terkait kasus Covid-19 terutama terkait klaster yang ada.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, sejak awal virus yang mendunia ini masuk ke tanah air, hingga kini tercatat ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Depok yang terpapar Covid-19.

Dari puluhan ponpes tersebut, Dadang mengatakan total kasus yang muncul sebanyak 485 orang yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Terpapar Covid-19 di Sebuah Pondok Pesantren, 25 Santri Terancam Gagal Pulang ke Rumah Saat Lebaran

“Terbaru paparan klaster ponpes ada di empat lokasi, yaitu di ZZS total kasus 25, lalu pesantren MD total kasus 46, lalu pesantren BQ sejumlah 4 kasus, pesantren A sebanyak  1 kasus. Jadi meningkat saat ini,” papar Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Selain di dalam Depok, Dadang mengatakan ada pula kasus di luar Depok yang melibatkan warga Kota Belimbing ini dari klaster Ponpes.

“Pesantren luar Depok itu ada 25 pesantren, santrinya dari Depok tapi pesantrennya diluar,” imbuhnya.

Baca juga: MER-C Sebut Pondok Pesantren Miliki Mekanisme Isolasi Mandiri Terbaik, Ini Alasannya

Diduga penularan terjadi karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Kedua, banyak yang keluar-masuk. 

Dengan kata lain, anak-anak di asrama tetapi pengajar atau mungkin catering, pesan makan dari luar. 

“Itu yang tidak terkontrol. Apalagi, ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap Satgas. Masih ditracing, sementara belum ada kesimpulan,” paparnya.

Baca juga: Ekspansif, Pos Indonesia Gandeng 1.000 Pondok Pesantren Jadi Agen Pos

Catatan pihaknya, kasus terakhir di salah satu pesantren tercatat 25 kasus, dimana 2 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di pesantren. 

Dadang pun memerkirakan jika isolasi mandiri di ponpes tersebut belum selesai, maka kemungkinan siswa tersebut tak dapat kembali ke rumah masing-masing saat lebaran.

“Mereka isoman sesuai pedoman permenkes, selama 14 hari. Dilihat perkembangan, mudah-mudahan tidak ada gejala,” akunya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved