Terpapar Covid-19 di Sebuah Pondok Pesantren, 25 Santri Terancam Gagal Pulang ke Rumah Saat Lebaran

pihak Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatat ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayahnya yang terpapar Covid-19.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya mencatat ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayahnya yang terpapar Covid-19 selama pandemi ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Sejak awal virus Corona yang mendunia ini masuk ke tanah air, pihak Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatat ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayahnya yang terpapar Covid-19.

Dari puluhan ponpes tersebut, total kasus yang muncul sebanyak 485 orang yang terpapar Covid-19.

"Terbaru paparan klaster ponpes ada di empat lokasi, yaitu di ZZS total kasus 25, lalu pesantren MD total kasus 46, lalu pesantren BQ sejumlah 4 kasus, pesantren A sebanyak 1 kasus. Jadi meningkat saat ini," papar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Selain di dalam Depok, Dadang mengatakan ada pula kasus di luar Depok yang melibatkan warga Kota Belimbing ini dari klaster Ponpes.

"Pesantren luar Depok itu ada 25 pesantren, santrinya dari Depok tapi pesantrennya diluar," imbuhnya.

Diduga penularan terjadi karena kurangnya penerapan protokol kesehatan.

Kedua, banyak yang keluar-masuk.

Dengan kata lain, anak-anak di asrama tetapi pengajar atau mungkin catering pesan makan dari luar.

"Itu yang tidak terawasi. Apalagi, ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap Satgas. Masih ditracing, sementara belum ada kesimpulan," paparnya.

Catatan pihaknya, kasus terakhir di salah satu pesantren tercatat 25 kasus, dimana 2 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di pesantren.

Dadang pun memerkirakan jika isolasi mandiri di ponpes tersebut belum selesai, maka kemungkinan siswa tersebut tak dapat kembali ke rumah masing-masing saat lebaran.

"Mereka isoman sesuai pedoman permenkes, selama 14 hari. Dilihat perkembangan, mudah-mudahan tidak ada gejala," akunya.

Baca juga: Dipertemukan Polisi Gara-gara Senggolan Pengendara Ojol dan Pengemudi Xenia Akhirnya Berdamai

Baca juga: Kerjasama Bareng Kabupaten Bogor, Wali Kota Bengkulu: Saat Ini Era Kolaborasi, Bukan Saling Bersaing

Baca juga: Kabar Gembira buat Seluruh Karyawan Sektor Pariwisata di Kota Bekasi, THR Siap Dibayar Penuh

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved