Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Wali Kota Jakarta Timur Libatkan Orang Tua untuk Mencegah Tawuran di Bulan Ramadan

Pemerintah Kota Jakarta Timur mengantisipasi adanya aksi tawuran antar warga pada bulan ramadan dengan berbagai cara termasuk melibatkan orang tua.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Valentino Verry
ISTIMEWA
Ilustrasi tawuran. Untuk mencegah tawuran di bulan puasa ini, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar coba melibatkan orang tua. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengantisipasi adanya aksi tawuran antar warga pada bulan ramadan dengan berbagai cara termasuk mengingatkan peran orang tua

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk ikut mengamankan lingkungan tempat tinggal masing-masing. 

“Para orang tua sangat berperan karena sebagian besar kasus tawuran dilakukan anak usia remaja,” ujarnya, Minggu (25/4/2021). 

Baca juga: Marak Tawuran Saat Ramadan, Dandim 0501/Jakarta Pusat: Kita Comot, Kita Tangkap!

Baca juga: Antisipasi Tawuran, Selain Ditutup 12 Barrier MCB JPO Kali Sentiong Bakal Ditumbuhi Tanaman Berduri

Selain itu pihaknya juga sudah membuat deklarasi aman, damai, dan kondusif pada bulan ramadan ini agar memastikan pelaksanaan ibadah puasa berjalan aman, kondusif.

“Kita sudah membuat komitmen. Kita harapkan tidak akan terjadinya tawuran antar warga dan kelompok di Jakarta Timur,” ungkapnya.

Upaya antisipasi ini dikarenakan dalam banyak kasus tawuran khususnya antar kelompok remaja justru terjadi saat bulan ramadan.

Bahkan ada di antaranya hingga merenggut korban jiwa.

Anwar menambahkan, upaya pencegahan meliputi peningkatan pengawasan di wilayah rawan sesuai lokasi yang diidentifikasi pada setiap Kelurahan dan Kecamatan di Jakarta Timur. 

Baca juga: Kerap Kali Jadi Arena Tawuran, JPO Kali Sentiong Kini Diblokade MCB dan Akan Ditanam Pohon Berduri

Baca juga: Sepakat Hentikan Aksi Tawuran, RW 07 dan RW 012 Tanjungpriok Tandatangani SKB Perdamaian

"Para Lurah dan Camat kami minta meningkatkan pengawasan melalui kolaborasi dengan TNI-Polri, serta organisasi masyarakat,” kata Anwar. 

Warung atau kios yang menjual minuman keras (miras) juga tidak luput ditindak aparat gabungan karena banyak kasus tawuran dipicu pengaruh alkohol dan menimbulkan gangguan keamanan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved