Breaking News:

Warta Ekonomi

Sri Mulyani Berharap Perempuan Ikut Serta Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital

Ada potensi hingga 44 miliar dolar AS yang bisa tercipta apabila Indonesia bisa membangun infrastruktur dan mengembangkan ekonomi digital sendiri.

Editor: Feryanto Hadi
(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap perempuan Indonesia melihat transformasi digital, khususnya di bidang ekonomi digital, sebagai kesempatan yang luar biasa. 

Untuk mewujudkannya, pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur digital melalui APBN yang tujuannya agar konektivitas merata di seluruh wilayah Indonesia dan literasi digital yang inklusif dapat dirasakan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga ultra mikro. 

“Kalau ada semacam infrastruktur yang memungkinkan perempuan bisa melakukan kegiatan di rumah tangga, produktif, tapi menggunakan platform, tetap disiplin kesehatan, ini yang kita inginkan," ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara "DiscusShe" secara daring, Jumat (23/04/2021). 

Baca juga: Data Sudah Dikantong, Sri Mulyani Klaim Satgas Akan Eksekusi Aset Obligor BLBI Senilai Rp110 Triliun

Baca juga: Polisi Bongkar Investasi Kripto Ilegal, 57.000 Orang Jadi Korban, Kerugian Mencapai Rp500 Miliar

Sri Mulyani menjelaskan, suatu perekonomian jika perempuan diberikan kesempatan yang sama atau ada gender equality, maka negaranya bisa meraih gain atau manfaat hingga 28 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau 26 persen lebih tinggi ekonominya secara global. 

Sementara itu, ada juga potensi hingga 44 miliar dolar AS yang bisa tercipta apabila Indonesia bisa membangun infrastruktur dan mengembangkan ekonomi digital sendiri. 

Baca juga: Aturan Pemilihan Saham untuk Investasi Unit Link Paling Lama Keluar di Juni 2021

"Nilai 44 miliar dolar AS bisa meningkat menjadi 125 miliar dolar AS pada 2025. Artinya, tiga kali lipat potensi ekonomi bisa meningkat dengan adanya infrastruktur digital,” pungkas Sri Mulyani menjelaskan studi dari Google, Temasek dan Bain & Company.

Yanuar Riezqi Yovanda

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved