Breaking News:

Asuransi

Aturan Pemilihan Saham untuk Investasi Unit Link Paling Lama Keluar di Juni 2021

Nantinya perusahaan asuransi hanya bisa menempatkan dananya ke saham-saham tertentu saja untuk meminimalisir kerugian nasabah. 

Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, aturan pemilihan saham untuk investasi produk asuransi unit link paling lama keluar di Juni 2021. 

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengatakan, nantinya perusahaan asuransi hanya bisa menempatkan dananya ke saham-saham tertentu saja untuk meminimalisir kerugian nasabah. 

"Sudah proses harmonisasi dengan hukum, sisa finalisasi, sepertinya bisa di kuartal II (paling lama Juni). Pengaturan ke depan itu memang ketika kita pelajari kalau di industri negara lain tingkat kepatuhannya tinggi, moral hazard bisa sedikit dihindari," ujarnya dalam Media Briefing dengan tema “Produk Asuransi Unit Link dan Pengawasannya oleh OJK” secara virtual, Rabu (21/4/2021). 

Baca juga: Angkasa Pura I Tambah Layanan GeNose C19 di Empat Bandara Berikut Ini

Baca juga: Vaksinasi Pedagang Pasar Digencarkan untuk Tumbuhkan Rasa Aman Belanja di Pasar

Sementara, lanjut Ahmad, ada sedikit puzzle yang hilang di Indonesia karena investasi asuransi unit link ditanggung peserta. 

Peserta dinilainya harus sudah menyetujui dan paham risiko investasi yakni mau agresif atau tidak untuk selanjutnya dikelola perusahaan asuransi

"Ketika dia pilih, kebijakan investasi ada di perusahaa, dikelola secara prudent, ada di bursa kategorinya mau jangka panjang atau gimana. Ada miss di situ, peserta memilih, tapi ada perusahaan salah menempatkan dengan beli saham yang sangat spekulatif, ujungnya nasabah rugi," kata Ahmad. 

Baca juga: Tiga Perusahaan Indonesia Jadi Investor Grab, Bukti Startup Milik Anthony Tan Akan Jadi Super Apps

Karena itu, dia menambahkan, OJK sudah mewanti-wanti semua perusahaan asuransi untuk bisa menyiapkan diri terkait aturan baru penempatan saham. 

"Sudah kami wanti-wanti, aturan sedang disiapkan, diskusinya panjang dengan asosiasi. Mereka tentunya keberatan kalau diatur, kita lagi cari keseimbangannya, mudah-mudahan sudah dekati final," pungkasnya.

Ada risiko besar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpesan atau mewanti-wanti bahwa produk unit link pada dasarnya adalah sebuah produk yang menawarkan fleksibilitas untuk memperoleh proteksi asuransi sekaligus melakukan investasi. 

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved