Breaking News:

Berita Jakarta

Sempat Buron, Pembunuh Penjaga Perlintasan Kereta Api di Tambora Ditangkap

Pelaku pembunuh penjaga perlintasan kereta api ilegal di kawasan Bandengan Utara 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat diringkus Polsek Tambora.

The Examiner
Pelaku pembunuh penjaga perlintasan kereta api ilegal di kawasan Bandengan Utara 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat diringkus Polsek Tambora. 

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Pelaku pembunuh penjaga perlintasan kereta api ilegal di kawasan Bandengan Utara 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat diringkus Polsek Tambora.

Tersangka inisial AS (40) diringkus setelah buron selama empat hari.

Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi menjelaskan bahwa tersangka AS ditangkap Senin (19/4/2021) malam.

Faruk menjelaskan, kronologi pembunuhan itu berawal dari AS yang tengah menjaga palang pintu kereta dengan rekannya Ardi Andi (56).

Kemudian keduanya terlibat cekcok hingga salah satu di antaranya tewas dengan luka tusuk.

Baca juga: Dua Polisi Tersangka Pembunuhan Anggota FPI Tak Ditahan, Komnas HAM Minta Polri Beri Penjelasan

Baca juga: WNI Dihukum 4 Tahun Penjara Atas Rencana Pembunuhan Terhadap Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad

Kasus tersebut awalnya masuk ke wilayah hukum Penjaringan, Jakarta Utara. Namun karena mengetahui keberadaan pelaku, Polsek Tambora bersedia menerima limpahan kasus.

Pembunuh penjaga perlintasan kereta api ilegal di Bandengan Utara 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat diringkus Polsek Tambora.
Pembunuh penjaga perlintasan kereta api ilegal di Bandengan Utara 3, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat diringkus Polsek Tambora. (Humas Polres Jakarta Barat)

"Setelah kami menerima pelimpahan perkara kasus pembunuhan, anggota dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin dan Panit Reskrim Ipda Gusti Ngurah Astawa melakukan penyelidikan," kata Faruk dikonfirmasi Jumat (23/4/2021).

Kemudian tidak berselang lama, tersangka AS diringkus di Neglasari, Tangerang, Banten.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolsek Tambora untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam lagi kasus pembunuhan itu.

Baca juga: Anak Buah John Kei Tampik Merencanakan Pembunuhan Nus Kei, Ini yang Mereka Lakukan

"Pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia memukul korban dengan bangku lalu menusuknya dengan pisau," tuturnya.

Atas perbuatannya AS dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia ancaman kurungan penjara selama 15 tahun.

Sebelumnya diketahui, seorang pria penjaga perlintasan kereta api ilegal tewas bersimbah darah di Tambora Kamis (16/4/2021).

Disebutkan pria itu dibunuh oleh rekannya sendiri yang tidak terima dengan pembagian hasil menjaga pintu rel kereta api ilegal.

Keduanya sempat terlibat cekcok hingga akhirnya AS menusuk Ardi di bagian leher hingga tewas. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved