Hari Kartini

Sisi Lain RA Kartini yang Tidak Diketahui Banyak Orang Saat Berguru dengan Kiai Sholeh Darat

Kartini kecil sangat cerdas ketika belajar mengaji dengan Kiai Sholeh Darat, dia minta ditafsirkan dalam bahasa Jawa

istimewa
Kartini kecil yang cerdas belajar mengaji dengan Kiai Sholeh Darat 

Kenapa waktu itu Kartini tidak mengatakan Putri Indonesia karena zaman Kartini nama Indonesia belum lahir.

Kiai Sholeh mengatakan bahwa untuk menafsirkan Alquran itu tidak mudah dan tidak semua orang diperbolehkan menafsirkan Alquran

Orang  yang boleh menafsirkan Alquran dengan syarat harus punya ilmu bantu tafsir yang lengkap dari gramatika Arab, nahwu, shorof, ilmu badi, maani, bayan, muhasnatil kalam,  nasikh mansukh, asbabul wurud, asbabun nuzul, dan lain sebagainya baru diperbolehkan menafsirkan Alquran.

Tidak mudah menafsirkan Alquran.

Lalu kata Kartini, "Kiai saya punya usul untuk Kiai soal menafsirkan Alquran memakai bahasa Jawa karena saya yakin semua ilmu sudah kyai miliki."

Kyai Saleh pun menangis mendengarkan ucapan Kartini sambil menundukkan kepala.

Ada anak kecil yang begitu cerdasnya mengusulkan membuat tafsir Alquran.

Lalu pada suatu saat Kartini pun dipanggil dan Kiai sholeh mengatakan "doakan saja ya mudah-mudahan saya bisa menahan nafsiri Alquran 30 juz. "

Lalu dimulailah penafsiran Alquran ke dalam bahasa Jawa dan baru selesai 13 juz dicetak yang pertama di Singapura dengan judul Faidir Rohman fii Tafsiri Ayatil Quran karya Kiai Sholeh usul RA Kartini.

Litbang Kementerian Agama menyatakan tafsir faidur Rohman adalah tafsir pertama di Asia tenggara.

"Maka saya minta ibu ibu kalau hari Kartini jangan hanya ke salon kecantikan saja contohlah Kartini dalam membaca Alquran," tutur Kyai Achmad Chalwani

"Sayangnya sejarah Kartini mengaji Alquran pun tidak pernah diceritakan di bangku sekolah yang diterangkan hanya Habis Gelap Terbitlah Terang," pungkas Kiai Achmad. 

Dengan kisah ini maka wajarlah jika di dalam lagu gubahan WR Supratman, RA Kartini disebut sebagai"pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka."

Di  usia yang masih sangat muda - mengusulkan kepada KH Sholeh Darat untuk menafsiri Al-Quran, agar "kaumnya, putri-putri Jawa" bisa memahami isi kandungannya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved