Rabu, 22 April 2026

Berita Nasional

Hapus Frasa Agama Hingga Nama Pendiri NU Dalam Sejarah, Angkatan Muda Kabah Kritisi Nadiem Makarim

Hapus Frasa Agama Hingga Nama Pendiri NU, KH Hasyim Asyari; Angkatan Muda Kabah Kritisi Nadiem Makarim

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Angkatan Muda Kabah (AMK) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia yang meniadakan frase agama dalam rancangan Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) disoroti banyak pihak. 

Satu di antaranya Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Kabah (AMK) Rendhika D Harsono. 

Dirinya menyebut keputusan Nadiem Makarim tersebut membuat umat Islam di Indonesia gelisah.

"Dia meniadakan frase agama di dalam rancangan PJPN. Ini jangan dibuat eksperimen coba-coba atau main-main! Masa depan ahlak anak-anak kita dipertaruhkan lho," tegas Ketua DPP PPP itu kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (21/4/2021).

Tak hanya itu, Kemendikbud juga tidak mencantumkan Pancasila dan bahasa Indonesia dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). 

Ditegaskannya, kebijakan yang dilakukan menteri Nadiem tersebut berisiko mendegradasikan jiwa nasionalisme rakyat Indonesia.

Kegelisahan umat Islam katanya semakin dimainkan dengan dihilangkannya nama KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Pahlawan Nasional dalam kamus sejarah online yang diterbitkan dan dikelola Direktorat Sejarah, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud.

Baca juga: Bangkitkan Kuliner dan Pariwisata Berbasis Keindahan Alam, Sandiaga Uno Keliling Sumatera Barat

Tegas Rendhika, tidak ada yang bisa membantah terhasap kontribusi Hasyim Ashari dalam membangun peradaban serta menjadi tauladan untuk membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik.

Menurut Rendhika, persoalan ini harus segera disikapi Nadiem Makarim

Dirinya berharap agar mantan bos Gojek itu tidak mengabaikan polemik yang dinilai dapat memicu dampak negatif dan beban politik bagi Presiden Jokowi di mata umat Islam di Tanah Air.

Baca juga: Imbau Tidak Mudik, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Kunjungi Destinasi Wisata Lokal Selama Libur Lebaran

Ia meragukan alasan yang menyebut hanya karena kelalaian. 

Pasalnya, kesalahan-kesalahan yang disebutkannya itu terjadi beruntun dan hanya berjarak beberapa hari saja. 

"Melakukan kesalahan kok beruntun, dan waktunya berdekatan. Ini jadi tanda tanya besar," ujar Rendhika.

Rendhika pun mengingatkan, khususnya para santri, penempatan para ulama, pelaku sejarah dan pahlawan bangsa sangatlah penting, karena sesuai dengan true story. 

"Jangan ditambah-tambah, jangan dikurang-kurangin, lebih bahaya lagi kalau dihilangkan," ucapnya dengan nada tinggi.

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved