Kamis, 9 April 2026

Ramadan

Qoriah Muda Mimi Jamilah Bagikan Tips Membaca Al-Quran Dengan Baik dan Merdu

Mimi menyarankan agar Qoriah dengan napas yang pendek terus berlatih agar bisa membaca ayat yang panjang.

Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga tengah membaca Al Quran 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seni tilawah tidak hanya berkaitan dengan tajwid dan lagu tapi juga napas, itu kata Qoriah muda dan Selebgram Mimi Jamilah saat di wawancara Iffah, host dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di IG live, Minggu (18/4/2021).

Mimi membagikan tips membaca Al-Quran dengan baik dan merdu setelah mempelajari tajwid dan makhroj huruf. Napas menurut Mimi sangat penting bagi seorang Qori. Ibarat mobil jika bensinnya tidak diisi penuh jalannya akan tersendat dan was-was mogok ditengah jalan.

Sama seperti napas bagi seorang Qori, jika napasnya pendek akan terasa sulit untuk mengambil bagian dari ayat-ayat yang panjang. “Jadi agak ribet untuk memotong waqof I’tida-nya,” katanya. Napas itu menurut Mimi termasuk modal utama untuk belajar tilawah, yang kedua adalah mengenal lagu.

Baca juga: Polsek Tanah Abang Gelar Kegaitan Berbagi Takjil Gratis Lewat Gerobak Ramadan Berkah

Baca juga: ASN Karawang Dilarang Mudik, Jika Kondisi Darurat Maka Mesti Dapat Izin Tertulis Dulu dari Bupati

Mimi berujar dalam tilawatil Quran itu ada banyak lagu. Namun yang masyhur di Indonesia itu sekitar 7 lagu, yakni Bayyati, Nahawand, Shoba, Hijaz, Rost, Sika, dan Jiharka.

Qoriah Mimi mengaku tidak langsung menguasai lagu-lagu dalam tilawatil Quran tersebut, namun dengan proses dan terus belajar.

“Aku tuh sampe nangis-nangis dulu pernah ngerasain (untuk bisa menguasai lagu-lagu itu), tapi Alhamdulillah setelah belajar aku bisa mengenal lagu dan menerapkan lagu itu ke dalam ayat Al-Quran,” katanya

Bagi yang ingin menjadi Qoriah namun terkendala napas, Mimi memberikan tips agar memulai dengan ayat-ayat Al-Quran yang tidak terlalu panjang.

Jika menjumpai ayat yang panjang, bagi yang napasnya pendek agar supaya diwaqaf sesuai kaidah tajwidnya agar tidak merusak arti dari bacaan ayat dimaksud.

“Memenggal ayat, waqof I’tidanya itu harus pas, terus memilih ayat yang tidak terlalu panjang. Kalau pun bertemu dengan ayat yang panjang supaya dipenggal (ayatnya) dan memenggalnya tidak asal-asalan supaya tidak merusak arti (dari bacaan ayat dimaksud). Takutnya kalau memotong ayatnya asal-asalan nanti akan merusak tajwid,” ujarnya.

Baca juga: KAI Daop 1 Klaim Belum Ada Kenaikan Jumlah Penumpang di Akhir Pekan

Baca juga: Hambali Tholib Gelandang Persebaya Surabaya Memilih Tinggal di Surabaya Untuk Sembuhkan Cederanya

Kendati demikian, Mimi menyarankan agar Qoriah dengan napas yang pendek terus berlatih agar bisa membaca ayat yang panjang.

“Tapi bukan berarti napas pendek, terus kita ngambil ayat pendek dan merasa aman. Itu harusnya jadi tantangan. Jadi gimana caranya napasnya lebih panjang dan lebih baik setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Mimi bekal yang paling pertama dan utama untuk menjadi seorang Qori adalah niat dari dalam diri sendiri, selanjutnya mengerti nada.

Meskipun suara pada mulanya mungkin tidak terlalu bagus, jika mengerti nada menjadi modal untuk tidak fals saat membaca ayat suci Al-Quran.

“Kalau dia nggak kenal nada, gimana bisa belajar. Misalnya disuguhin lagu dia bisa nggak langsung nangkap. Ada semangat, niat, dukungan juga,” ujarnya.

Baca juga: PBB Apresiasi Terobosan dan Usulan Anies Dalam Upaya Mengatasi Dampak Perubahan Iklim

Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Warga Kampung Cicadas Cikarang Selatan Resah Pasca Musibah Ini

Mimi berujar mengejar mimpi untuk menjadi Qori diseimbangkan dengan patuh dan selalu meminta ridho dari orang tua maupun guru.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved