Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Warga Kampung Cicadas Cikarang Selatan Resah Pasca Musibah Ini

Belasan rumah dan kontrakan di Kampung Cicadas RT 06 RW 03, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan akibat

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Warta kota
Petugas BPBD Kabupaten Bekasi meninjau rumah dan kontrakan di Kampung Cicadas RT 06 RW 03, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi yang mengalami kerusakan akibat tanah amblas pada Minggu (18/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG SELATAN --- Belasan rumah dan kontrakan di Kampung Cicadas RT 06 RW 03, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mengalami kerusakan akibat tanah ambles, pada Minggu (18/4/2021).

Tanah ambles itu terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu terkahir ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan sedikitnya ada 17 rumah maupun kontrakan mengalami kerusakan.

Personil BPBD juga langsung dikerahkan ke lokasi untuk proses evakuasi dan pemberian bantuan.

“Alhamdulillah, dari laporan di lapangan tidak ada korban jiwa. Hanya memang kondisi kerusakan rumah cukup parah,” kata Henri, pada Minggu (18/4/2021).

Belasan rumah yang rusak itu berada persis dibatas antara pemukiman warga dan kawasan EJIP.

Kerusakan yang dialami bervariasi, sebanyak dua bangunan rumah dan kontrakan rusak cukup parah, serta bangunan lainnya hanya mengalami keretakan pada bagian dinding dan lantai.

“Penyebabnya akibat tanah longsor atau ambles. Membuat rumah-rumah dan kontrakan dibawahnya terdampak kerusakan,” imbuh dia.

Warga setempat, Mista, amblesnya tanah sudah mulai terjadi sejak awal masuknya bulan suci Ramadan usai curah hujan tinggi yang terjadi sepekan ini.

Awalnya, menimbulkan keretakan sepanjang 500 meter diatas rumah-rumah warga.

Akan tetapi kerusakan semakin parah pada Sabtu (17/4) dini hari yang mengakibatkan amblesnya tanah sedalam 2 meter hingga 3 meter.

“Itu awalnya pas masuk bulan puasa, hujan kan deras terus, tanah mulai retak tapi warga langsung memperbaiki dengan membuat penahan dari bambu, dan semen. Cuma ya pas kemarin itu hujan deras lagi, langsung aja parah seperti sekarang” ujar Mista.

Ia juga mengatakan sebanyak 17 Kepala Keluarga yang terdampak amblesnya tanah tersebut sebagian mengungsi ke rumah keluarga mereka, dan telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Sudah tadi ada bantuan datang, untuk 17 KK yang rumahnya rusak” jelasnya

Aan, salah satu pemilik bangunan kontrakan yang mengalami kerusakan paling parah, mengaku kerugian yang dialaminya ditaksir hingga ratusan juta rupiah akibat peristiwa amblesnya tanah diatas bangunan miliknya.

Kini kondisi kontrakannya hampir rata dengan tanah.

Warga juga saat ini masih khawatir tanah ambles akan semakin parah jika tidak segera mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Pasalnya BMKG sendiri memprediksi intensitas curah hujan masih tinggi hingga akhir Mei 2021.

“Harus ada langkah-langkah pemerintah juga, dicarikan solusi dan dilakukan perbaikan,” paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved