Sampah Plastik
Dibuka, Pendaftaran Kompetisi Inovasi The Informal Plastic Collection Innovation Challenge, Apa Itu?
Menurut data NPAP Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61% nya tidak terkelola.
The Informal Plastic Collection Innovation Challenge sebuah kompetisi inovasi diluncurkan untuk mencari solusi meningkatkan pengintegrasian pekerja sektor informal di bidang pengelolaan sampah.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah kompetisi inovasi yang ditujukan untuk mencari solusi dalam meningkatkan pengintegrasian pekerja sektor informal di bidang pengelolaan sampah mulai digelar.
Kempetisi bertajuk The Informal Plastic Collection Innovation Challenge yang pendaftarannya dibuka hingga 2 Mei 2021 ini diprakarsai oleh The National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia bekerjasama dengan UpLink dan the Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA).
Kompetisi inovasi ini mengajak organisasi untuk menghasilkan solusi untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan sampah dengan meningkatkan transparansi, kapasitas, dan peran pekerja sektor informal.
The Informal Plastic Collection Innovation Challenge terbuka untuk organisasi, perusahaan sosial, startup, dan perusahaan yang telah mengembangkan solusi inovatif di salah satu dari tiga area fokus tantangan dan siap untuk diimplementasikan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi UpLink, platform digital yang menghubungkan wirausahawan dan para pendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di https://cutt.ly/IPC-Innovation-Challenge-2021.
Baca juga: Komite III DPD RI Ajak Masyarakat Sulap Sampah Plastik Jadi Kerajinan Ecobrick
Baca juga: Lewat Gerakan Semangat Kurangi Plastik, Astra Berhasil Kurangi 420 Ton Sampah Plastik
Tantangan lingkungan
Sampah plastik di Indonesia terus meningkat mencapai level yang semakin sulit untuk dikelola.
Menurut data NPAP Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61% tidak terkelola.
NPAP Indonesia memperkirakan 620.000 ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia pada tahun 2017, bila tidak ada intervensi, jumlahnya akan meningkat 30% pada 2025 menjadi 780.000 ton per tahun.
Pelaku sektor informal, termasuk pemulung, toko barang rongsokan, dan pengepul merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam upaya pengumpulan sampah.
Sektor informal mampu mengumpulkan 1 juta ton sampah plastik per tahun yang bersumber dari pemukiman warga, titik transit sampah, dan TPA.
Baca juga: All_Together Global CleanUp 2020, Aksi Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik Lewat Aplikasi Litterati
Baca juga: DUA Pria Berpenampilan ala Pocong Berkalung Sampah Plastik Gelar Aksi Teatrikal, Ini Alasannya
Tidak transparan
Namun, terdapat satu tantangan dalam pengumpulan sampah oleh sektor informal.
Aktivitas sektor informal seringkali tidak transparan, sehingga menjadi hambatan besar bagi pendaur ulang dan perusahaan untuk memastikan praktik kerja mereka dilakukan secara etis di seluruh rantai pasokan.
Mengintegrasikan sektor informal ke dalam sistem formal akan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan pekerja informal dan berkontribusi pada tujuan NPAP Multi Stakeholder Action Plan’s untuk menggandakan kapasitas pengumpulan dan daur ulang sampah di Indonesia.
Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mendukung inisiasi tersebut.
“Kami tidak akan membiarkan krisis penanganan sampah plastik terus berkembang. Sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sampah-plastik-the-ocean-plastic-prevention-accelerator-oppa.jpg)