Breaking News:

Info DPD RI

Komite III DPD RI Ajak Masyarakat Sulap Sampah Plastik Jadi Kerajinan Ecobrick

Selain dapat mengurangi volume sampah yang ada di Indonesia, kerajinan ecobrick juga bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Humas DPD RI
Wakil Ketua Komite III DPD RI, H. Muhammad Rakhman, S.E., S.T. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Indonesia dinyatakan darurat sampah plastik. Tak hanya itu, pada tahun 2019, lalu Indonesia juga dinyatakan sebagai produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China.

Data menunjukkan kondisi timbulan sampah di Indonesia saat ini sebanyak 184.000 ton per hari, yang berasal dari 48 persen rumah tangga dan 24 persen pasar tradisional. Sementara 60 persen adalah sampah organik layak kompos, 14 persen sampah plastik, 9 persen kertas. 

Di Indonesia setiap tahun terdapat kenaikan jumlah sampah sebesar 5-10 persen. Masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan bisa menjadi salah satu faktor meningkatkan sampah yang ada di laut.

Bahkan, tim ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan pada 2050 mendatang jumlah limbah plastik akan melebihi jumlah ikan di perairan Indonesia. 

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya mikroplastik dalam tubuh ikan dalam sebuah penelitian yang diselenggarakan di 13 titik perairan di Indonesia. Jika kondisi ini terus terjadi, bukan tidak mungkin kelak manusia akan memakan limbah plastiknya sendiri.

Kondisi ini lah yang menggugah kerpihatinan Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Komite yang memiliki salah satu lingkup tugas yaitu pada bidang kesehatan dan ekonomi kreatif itu-pun mengajak masyarakat melakukan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan ecobrick. 

Dikatakan Wakil Ketua Komite III DPD RI, H. Muhammad Rakhman, S.E., S.T. selain dapat mengurangi volume sampah yang ada di Indonesia, kerajinan ecobrick juga bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis. Dengan kata lain, metode ecobrick dapat bernilai ekonomis dan menghasilkan uang.

"Sampah merupakan PR (pekerjaan rumah) bangsa kita. Sampah yang menjadi PR bangsa dan dunia harus mulai diatasi dengan kerja kreatif dan menularkan pada yang lainnya," ujar Rakhman dalam keterangannya, Kamis (4/3/2021). 

"Oleh sebab itu, metode ecobrick yang merupakan suatu karya seni dengan mengolah sampah dari botol plastik itu cukup bagus. Apalagi, jika sampai sampah yang menjadi PR bangsa ini bisa mejadi Rp (rupiah), itu sangat luar biasa," tambahnya. 

Ecobrick adalah suatu karya seni yang mengolah sampah dari botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan dan dapat digunakan kembali.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved