Breaking News:

Kriminalitas

Ratusan Kali Beraksi, Komplotan Copet Spesialis Angkot di Tanah Abang Akhirnya Dibekuk Polisi

Ratusan Kali Beraksi, Komplotan Copet Spesialis Angkot di Tanah Abang Akhirnya Dibekuk Polisi. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Konferensi Pers kasus komplotan copet Tanah Abang di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (16/4/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil membekuk dua pencopet spesialis di angkot yang melintas di Tanah Abang. Dua pelaku yang dibekuk ini diketahui sudah ratusan kali beraksi dengan menyasar HP dan dompet korban.

Sementara satu pelaku lain, yang kerap beraksi bersama mereka, masih buron dan dalam pengejaran polisi.

Dua pelaku yang dibekuk adalah TH (21) alias Topik dan R (30). Keduanya dibekuk di kediaman mereka di Tegal Alur, Kalideres,  Jakarta Barat pada 6 April lalu.

Sedangkan satu orang pelaku lainnya, yakni T masih buron.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dari pengakuan keduanya mereka beraksi sejak 2020 atau sudah sekitar setahun.

"Kalau ditanya sudah berapa kali beraksi, mereka lupa, karena sangat sering. Jadi diperkirakan sudah ratusan kali," katanya di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Dukung Larangan Mudik Jokowi-Anies, Isnawa Adji Perintahkan Jajaran Tertibkan Terminal Bayangan

Para pelaku kata Yusri kerap beraksi bertiga di dalam angkot di Tanah Abang.

"Mereka berbagi tugas, ada yang mengalihkan perhatian dan ada yang mengambil barang korban yang lengah," katanya.

Baca juga: Berulang Kali Mangkir, Kuasa Hukum Minta JPU Panggil Paksa Dirut PT Indotruck Utama, Bambang Prijono

Yusri menjelaskan para pelaku berkeliling mencari korban yang merupakan para pengguna angkutan umum 03 Jurusan Benhil - Tanah Abang. 

"Selanjutnya ketika para pelaku sudah menemukan calon korban, satu pelaku mengalihkan perhatian korban dengan berbagai cara, misalnya pura-pura batuk atau lainnya," kata Yusri.

Baca juga: Tidak Konsisten dan Melanggar Kesepakatan, Izin Lokasi PT BLP Agung Intiland Terancam Dicabut

Dan ketika korban lengah katanya pelaku lainnya langsung mengambil handphone atau dompet milik korban yang disimpan didalam tas. 

"Ketika barang milik korban sudah berhasil diambil, kemudian para pelaku turun dari angkutan umum dan menghilang," katanya.

Karena perbuatannya kata Yusri, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Yang ancaman hukumannya, 7 tahun penjara," katanya. (bum) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved