Ariza Minta Warga Untuk Tidak Mudik Demi Kepentingan Bersama

Pasalnya saat ini Pemerintah secara resmi telah melarang adanya mudik lebaran yang jatuh pada 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Fitriandi Fajar
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan akan mengkaji apakah nantinya Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dapat digunakan saat atau SIKM dalam bentuk lain yang dikeluarkan.

Pasalnya saat ini Pemerintah secara resmi telah melarang adanya mudik lebaran yang jatuh pada 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

“Ya tentu ini menjadi kajian kita salah satunya memang, tapi nanti kita akan diskusi kembali, apakah bentuknya persis seperti SIKM atau ada bentuk lain Nanti pada waktunya kita akan umumkan,” kata Ariza, Jumat (16/4/2021).

Dikatakan orang nomor dua di DKI itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga tidak diperkenankan untuk melakukan mudik sesuai tanggal yang ditentukan yaitu pada 6 sampai 17 Mei 2021.

Baca juga: Arti Nama Anak Pertama Andrew Andika dan Tengku Dewi

Baca juga: Sambut Pembentukan DOB Bogor Timur, Gubernur Ridwan Kamil Siap Perjuangkan ke Pemerintah Pusat

Bahkan bagi PNS yang melanggar akan ada sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah Menpan RB. Larangan mudik ini juga berlaku bagi masyarakat umum lainnya.

“Jadi warga patuhi aturan yang ada apalagi PNS itu harus patuh. Ada sanksi yang keras bagi PNS yang melanggar dan bagi masyarakat yakinlah ini dibuat untuk kepentingan kita semua,” ucapnya.

“Bagi masyarakat umumnya kita imbau kita minta dan kita yakinkan untuk tidak perlu mudik sayangilah orangtua, kakek, nenek, dan keluarga yang ada di kampung dengan cara tidak kita datangi karena dapat menimbulkan penyebaran,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kemungkinan SIKM kembali berlaku pada periode larangan mudik Lebaran 2021 ini. Dia mengatakan akan melihat apakah larangan mudik kembali diterapkan SIKM seperti dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.

Baca juga: Gelandang Asing Persib Bandung Farshad Noor Tingkatkan Kebugaran Fisik Dibantu Sang Kakak Farhad

Baca juga: Viral Dugaan Kasus Korupsi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Bantah Intimidasi Petugas

Lebih lanjut Ariza kembali meminta masyarakat peduli dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di kampung mereka. Ariza mengatakan, mudik bisa berisiko tinggi menularkan virus Covid-19 meskipun sudah dilakukan pengetesan sebelum berangkat. Bisa juga virus Covid-19 justru didapat di kampung halaman dan menimbulkan masalah saat kembali ke Jakarta.

“Kembali ke Jakarta akan membawa virus menjadi masalah sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Ariza. Politikus partai Gerindra ini meminta mudik tahun ini dilakukan dengan cara panggilan video atau bertukar suara melalui jaringan telepon.

Sehingga penyebaran Covid-19 yang saat ini semakin membaik bisa terus terjaga dan tidak ada gelombang penyebaran Covid-19 untuk kesekian kalinya. “Lebaran dengan cara virtual, video call dan lain sebagainya,” katanya.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD: Pers Tidak Boleh Diganggu Kebebasannya

Baca juga: Ketua DPD RI Senang Industri Otomotif Bangkit Kembali

Larangan mudik yang dikeluarkan Pemerintah rupanya tidak membuat masyarakat yang berniat untuk mudik kehabisan akal, bahkan banyak diantaranya memilih mudik lebih awal.

Atas situasi ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza mengatakan memang pemerintah telah melarang untuk melaksanakan kegiatan mudik. Untuk itu perlu kesadaran untuk mematuhi aturan itu.

“Istilahnya mudik colongan atau apalah tentu semuanya butuh kesadaran kita bersama kalau dicari-cari ya enggak ada habisnya,” kata Ariza. Dikatakan Ariza semua pihak seharusnya dapat mematuhi aturan itu. Sebab larangan mudik dilakukan untuk kepentingan bersama, jangan sampai ada keluarga yang terpapar.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved