Breaking News:

Viral Media Sosial

Viral Dugaan Kasus Korupsi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Bantah Intimidasi Petugas

Viral Dugaan Kasus Korupsi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Bantah Intimidasi Petugas

Istimewa
Sandi, Petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, mem-posting foto berisi protes terhadap dugaan korupsi di instansinya. Pembongkar kasus korupsi dipanggil Itjen Kemendagri Kamis (15/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Gandara Budiana memberikan klarifikasinya terkait kasus dugaan korupsi yang disuarakan oleh salah seorang petugas honorer di DKPD Kota Depok melalui media sosial.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Gandara menyampaikan beberapa hal terkait dugaan korupsi yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok dan Polres Metro Depok.

Gandara mengatakan, berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan pemotongan insentif di lingkungan Damkar Depok yang telah disampaikan Sandi kepada media.

Pihaknya menegaskan akan bekerjasama dengan baik kepada para aparat penegak hukum dalam upaya menindaklanjuti kejelasan dari kasus tersebut.

"Kami tetap akan koorperatif mengikuti mekanisme yang berlaku. Hingga saat ini setelah tiga hari berturut-turut pejabat kami datang ke Polres Metro Depok untuk dimintai keterangan untuk kasus-kasus tersebut," papar Gandara dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan pada Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Tidak Konsisten dan Melanggar Kesepakatan, Izin Lokasi PT BLP Agung Intiland Terancam Dicabut

Perihal sepatu PDL yang dipermasalahkan, Gandara menjelaskan bahwa ada beberapa jenis sepatu yang digunakan utnuk keseharian dan pelaksanaan Apel maupun upacara dan kegiatan lapangan lainnya.

"Ada APD (alat pelindung diri) dan sepatu untuk kelengkapan dalam pemadam di lapangan yaitu mulai pelindung kepala, baju tahan panas, dan sepatu khusus Pemadam Kebakaran atau sepatu Harviks," kata Gandara.

Baca juga: Berulang Kali Mangkir, Kuasa Hukum Minta JPU Panggil Paksa Dirut PT Indotruck Utama, Bambang Prijono

Sementara terkait iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Gandara mengatakan pembayarannya dilakukan secara kolektif baik untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Terkait Penerimaan Honor sesuai dengan Tanda bukti yang ada di kami adalah sebesar Rp. 1,7 juta rupiah yang sudah kami serahkan ke Komandan Regu (Danru) yang bersangkutan, untuk kegiatan selama 3 bulan sesuai dengan tanda terima," akunya.

Baca juga: Bersikap Kasar ke Pelanggan, PT Infomedia Nusantara Pecat Aditya, Customer Service Indihome

Gandara pun membantah adanya intimidasi berupa ancaman pemecatan atau permintaan mundur apapun yang dikeluarkan pihaknya terhadap Sandi Butar Butar

"Hingga hari ini tidak ada pemecatan atau permintaan mundur apapun yang dikeluarkan terhadap Saudara Sandi sehubungan dengan upayanya membawa kasus ini menjadi perhatian publik," tuturnya.

"Proses Klarifikasi sedang dilakukan oleh Pihak Internal, maupun dari Aparat Penegak Hukum dan kami akan mengikuti sesuai aturan yang berlaku," paparnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved