Breaking News:

Hannover Messe 2021, Siemens Dukung Transformasi Digital Sektor Mamin Indonesia Menuju Industri 4.0

Strategi yang terpenting dalam mengembangkan industri makanan dan minuman adalah dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia

istimewa
Diskusi bertema “Accelerating industrial transformation in F&B Industry with Digitalization”. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Indonesia akan membuktikan diri kepada dunia sebagai salah satu negara yang memiliki kekuatan di sektor industri, terutama dalam penerapan teknologi industri 4.0.

Hal tersebut ditunjukkan melalui status Indonesia yang menjadi official partner country pada ajang Hannover Messe 2021: Digital Edition.

"Dengan menjadi partner country di Hannover Messe, Indonesia dapat menampilkan diri sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi menuju industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hannover Messe merupakan pameran dagang terbesar dunia untuk teknologi industri, dengan tradisi yang telah berjalan selama lebih dari 72 tahun.

Eksibisi ini memiliki eksposur internasional yang kuat, sebagaimana dicirikan dalam penyelenggaraan di tahun 2019, di mana tercatat lebih dari 6.500 eksibitor dari 75 negara di seluruh dunia dan menempati lahan seluas 227.000 meter persegi.

Setiap tahun, Hannover Messe rata-rata dihadiri 225.000 pengunjung yang merupakan level pemimpin dari perusahaan-perusahaan seluruh dunia.

Tema utama yang diusung Hannover Messe 2021 Digital Edition, yakni “Industrial Transformation” dan Indonesia melengkapinya dengan subtema “Making Indonesia 4.0”. Adapun tagline yang akan diusung dalam ajang Hannover Messe 2021 adalah “Connect to Accelerate”.

Siemens sebagai mitra teknologi untuk transformasi digital turut serta dalam ajang bergengsi tersebut dengan menampilkan teknologi dan solusi untuk mendukung industri makanan dan minuman di Indonesia serta memungkinkan mereka untuk memanfaatkan potensi Industri 4.0 secara maksimal.

Baca juga: VIDEO BP2MI dan Pemprov DKI Gelar Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia 

Baca juga: Tak Perlu Datangi Samsat, Kini Warga Depok Bisa Perpanjang SIM Melalui Online

Baca juga: VIDEO Kartika Putri Merasa Dipermainkan dr Richard Lee

Pada acara Hannover Messe, Siemens Indonesia memamerkan berbagai teknologi mutakhir seperti komputasi edge dan cloud, kecerdasan buatan, dan manufaktur aditif ke dalam portofolio yang menawarkan peluang baru kepada para pengguna untuk mencapai produksi yang lebih fleksibel dan cerdas.

“Strategi yang terpenting dalam mengembangkan industri makanan dan minuman adalah dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi. Dengan berbagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk mengadaptasi teknologi 4.0 serta memanfaatkan teknologi di seluruh rantai nilai industri F&B, maka Indonesia akan menjadi pusat industri makanan dan minuman di wilayah ASEAN,” ungkap Dirjen Agro Industri, Kementerian Perindustrian RI Abdul Rochim, .

Untuk mendorong dialog antar pemangku kepentingan tentang bagaimana transformasi digital dengan sukses berkontribusi pada masa depan industri makanan dan minuman Indonesia secara berkelanjutan, Siemens menyelenggarakan diskusi bertema “Accelerating industrial transformation in F&B Industry with Digitalization”.

Ketua Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman dalam diskusi itu menyampaikan bahwa peran teknologi sangat penting dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kinerja industri makanan dan minuman Indonesia yang tentunya akan mendorong konsumsi produk serta tetap kompetitif di pasar global.

Lebih lanjut, General Manager Corporate Engineering PT Indolakto, Wahyu Widodo menyampaikan bahwa melalui Continuous Process Analytics (CPA) dari Siemens, Indolakto kini memiliki akses ke informasi yang diterjemahkan ke dalam wawasan yang lebih mendalam, membuat prediksi secara lebih cerdas, dan menghasilkan rekomendasi. Produksi juga menjadi cerdas, efektif, efisien, lebih cepat, dan menguntungkan.

“Digitalisasi mengubah data menjadi sebuah nilai bisnis karena data memiliki potensi besar untuk memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mendorong pertumbuhan. Di sinilah Siemens membantu industri dengan mengembangkan alat yang inovatif untuk memungkinkan mereka memanfaatkan kekuatan transformasi digital ini. Kami bekerja dengan industri untuk mengatasi tantangan mereka dan membantu meningkatkan keandalan dan potensi profitabilitas pelanggan kami dengan portofolio Digitalisasi kami,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Siemens Indonesia, Prakash Chandran.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved