Breaking News:

Berita Internasional

Setelah Indonesia, Giliran Australia Barat Siap Hadapi Skenario Terburuk Terkait Siklon Seroja

Australia Barat mendesak penduduk di pantai bagian Mid West untuk mencari tempat berlindung yang aman atau pergi pada hari Sabtu (10/4/2021).

Istimewa
Pihak berwenang di Australia Barat mendesak penduduk di pantai bagian Mid West untuk mencari tempat berlindung yang aman atau pergi pada hari Sabtu (10/4/2021). Foto ilustrasi: Kondisi pasca banjir bandang di NTT, BNPB rilis sebanyak 41 orang meninggal dunia, namun diprediksi lebih karena sejumlah warga masih dalam pencarian. 

WARTAKOTALIVE.COM, MELBOURNE -- Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, siklon tropis Seroja bergerak menjauh dari Indonesia.

Siklon tropis Seroja sempat memporakporandakan beberapa daerah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, sehingga menelan banyak korban jiwa.

Pihak berwenang di Australia Barat mendesak penduduk di pantai bagian Mid West untuk mencari tempat berlindung yang aman atau pergi pada hari Sabtu (10/4/2021) saat topan Seroja melesat menuju wilayah pantai yang biasanya terlalu jauh ke selatan untuk jatuh di jalur siklon.

Video: Jelang Ramadan, Petugas Sidak Kamar Warbin Lapas Salemba

Penduduk di wilayah Mid West dan Gascoyne Australia Barat didesak untuk menyelesaikan rencana darurat mereka.

Pasalnya, topan diperkirakan akan meningkat menjadi kategori tiga dalam semalam, menghantam wilayah di mana bangunan tidak dibuat untuk menahan angin siklon.

"Ini adalah situasi yang sangat serius. Terdapat potensi tinggi untuk kehancuran yang luas," kata Menteri Layanan Darurat negara bagian, Fran Logan, di Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Baca juga: Dampak Siklon Seroja, Dua Pelabuhan di NTT Mengalami Kerusakan Parah

Baca juga: UPDATE Banjir Bandang di NTT, BNPB: 128 Orang Meninggal, Dampak Cuaca Ekstrem Siklon Tropis Seroja

"Kami berharap kami dapat melewati beberapa hari ini tanpa kehilangan nyawa dan tanpa kerusakan properti yang serius. Kami perlu bekerja berdasarkan skenario terburuk," katanya, menambahkan bahwa angin siklon belum terlihat di daerah tersebut selama beberapa dekade.

Biro Meteorologi Australia memperkirakan, angin yang merusak dengan kecepatan hingga 150 km per jam (93 mil per jam), dan hujan lebat yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada komunitas pesisir saat topan bergerak melintasi pantai dan lebih jauh ke pedalaman.

Area yang paling mungkin mengalami hembusan angin yang merusak adalah di pantai antara Geraldton, 200 km di utara Perth, dan Denham, 500 km di utara Perth.

Baca juga: GEMPA Guncang Malang, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Banjir Bandang Pascagempa

Daerah ini jauh di selatan Port Hedland, pusat ekspor biji besi terbesar di dunia, yang tahan terhadap beberapa siklon dalam satu musim dan di mana rumah-rumah dibangun dengan standar yang lebih kuat. (Antaranews)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved