Breaking News:

Mabes Polri Tegaskan Terduga Teroris yang Ditangkap di Bandara Soetta Bukan Pengurus Muhammadiyah

Mabes Polri menegaskan, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror di Bandara Soekarno-Hatta bukanlah anggota Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Youtube Kompas TV
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (1/1/2021), menggelar jumpa pers penangkapan pembuat parodi Lagu Indonesia Raya. Parodi itu semula dikira dibuat WN Malaysia, ternyata remaja Cianjur yang masih berusia 14 tahun dan duduk dibangku SMP 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-Mabes Polri menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (8/4/2021), bukanlah pengurus PP Muhammadiyah

Sebaliknya FA merupakan anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) Yogyakarta. 

Hal itu dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Barang Milik Terduga Teroris di Pasar Rebo Mulai dari Dompet Hingga Handphone Diamankan Densus 88

"Kami ingin meluruskan pemberitaan yang menyebutkan terduga teroris  FA adalah pengurus PP Muhammadiyah. Itu tidak benar. Memang strategi JI adalah membenturkan pemerintah dengan organisasi agama yang ada, agar terjadi konfik," kata Argo.

FA, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri begitu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sepulangnya dari Turki.
FA, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri begitu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sepulangnya dari Turki. (istimewa)

Menurut Argo, hasil dari penyidikan oihaknya, FA merupakan anggota kelompok teroris JI yang berperan cukup vital.

Dia diketahui orang yang melakukan doktrinisasi terhadap anggota kelompoknya.

Baca juga: Diduga Terkait Terduga Teroris Condet, Seorang Pria Diciduk Densus 88 di Pasar Rebo Usai Salat Jumat

"Yang bersangkutan melakukan perekrutan beberapa orang untuk masuk kedalam organisasi JI dan melakukan I’dad atau pelatihan militer dan mendaki Gunung Lawu yang merupakan salah satu tahapan persiapan dalam aktivitas terorisme kelompok ini," kata Argo. 

Sebagai catatan, FA sebelumnya melakukan perjalanan ke Turki untuk membangun komunikasi dan jaringan terhadap tokoh-tokoh Al Qaeda dan terkait erat dengan strategi oraganisasi mereka untuk mendukung gerakan terorisme global. 

Ia kemudian ditangkap, tim Densus 88 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (8/4/2021) bersama istrinya DM seusai pulang dari Turki.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved